Banten, HALOBANTEN.COM – Sebanyak 288 ribu kendaraan yang sebelumnya memiliki tunggakan pajak tercatat telah memanfaatkan program pemutihan pajak yang sedang berlangsung di Provinsi Banten.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan optimis bahwa jumlah wajib pajak yang berpartisipasi dalam program ini akan terus bertambah hingga batas akhir pada 30 Juni 2025.
“Hingga saat ini, sudah ada 288 ribu kendaraan yang pemiliknya telah melunasi tunggakan pajaknya. Dari total 2,3 juta kendaraan yang tercatat menunggak, kami berharap partisipasi wajib pajak bisa mencapai angka maksimal,” ujar Andra Soni di Pendopo Gubernur Banten, Serang, pada Kamis (15/5/2025).
Pemerintah Provinsi Banten sendiri telah mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 690 miliar dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), mendekati target yang ditetapkan sebesar Rp 789 miliar. Selain itu, penerimaan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu Rp 339 miliar dari target Rp 642 miliar.
Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya memiliki basis data yang akurat mengenai potensi pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor. Data ini akan menjadi landasan bagi Pemprov Banten dalam merancang program-program yang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, terutama dalam menyusun anggaran yang lebih presisi untuk tahun 2026.
Evaluasi terhadap pelaksanaan program pemutihan tunggakan pajak yang telah berjalan sejak 10 April 2025 juga telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi. Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Banten untuk memaksimalkan pendapatan dari pajak kendaraan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh hasil pajak kendaraan akan menjadi milik pemerintah daerah sepenuhnya, tanpa adanya pembagian hasil dengan pemerintah pusat.
“Pemerintah Kabupaten/Kota perlu mengambil langkah-langkah proaktif di wilayah masing-masing untuk memastikan informasi mengenai program pemutihan ini tersampaikan secara efektif dan partisipasi masyarakat dapat optimal,” pungkasnya. (*/bbs)















