Jakarta, HALOBANTEN.COM – Sebuah wacana mengejutkan datang dari internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketua Mahkamah Partai PPP, Ade Irfan Pulungan, secara gamblang melontarkan ide agar mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut. Bukan tanpa alasan, Irfan menyebut Jokowi memiliki “suasana kebatinan” yang selaras dengan PPP.
Irfan meyakini Jokowi memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah PPP, mulai dari era Orde Baru hingga kondisi saat ini. Pengalaman Jokowi yang mumpuni di kancah politik dan pemerintahan dinilai sebagai modal kuat untuk menahkodai partai.
“PPP ini partai tua,” ujar Irfan, mengindikasikan bahwa partai tersebut membutuhkan sosok pemimpin yang berpengalaman dan teruji.
Lebih lanjut, Irfan menganggap gaya kepemimpinan Jokowi sangat cocok dengan nilai-nilai PPP. Ia melihat Jokowi memiliki kapabilitas dan karisma untuk membawa partai ke arah yang lebih baik.
Tak hanya itu, hubungan Jokowi dengan kalangan ulama juga menjadi pertimbangan penting. Irfan menyoroti rekam jejak Jokowi yang pernah memilih K.H. Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden dan mengesahkan Undang-Undang Pesantren, menunjukkan kedekatan beliau dengan komunitas keagamaan.
“Kenapa nggak sekalian aja dipimpin Pak Jokowi?” tanya Irfan, seolah menantang kemungkinan terjadinya “hijrah politik” dari Istana ke markas PPP. Wacana ini tentu saja memicu beragam spekulasi dan pertanyaan mengenai arah masa depan partai berlambang Ka’bah tersebut.
Bagaimana menurut Anda, mungkinkah Jokowi benar-benar memimpin PPP? (*/bbs)















