Tangerang, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat langkah penanganan banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan. Salah satu strategi utama mencakup normalisasi Sungai Cirarab guna meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus menekan potensi genangan.
Sebagai tahap awal, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang menggelar survei lapangan serta pendataan bangunan di sepanjang aliran sungai. Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna, menyebut kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis sebelum program berjalan.
“Survei dan pendataan menjadi langkah awal agar pelaksanaan normalisasi berlangsung tertib dan sesuai ketentuan,” ujar Ana, Rabu (8/4/2026).
Selain itu, tim gabungan lintas perangkat daerah turut terlibat dalam kegiatan ini. Unsur yang ambil bagian antara lain Satpol PP, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kecamatan Pasar Kemis, Kecamatan Sepatan, serta perangkat wilayah Kelurahan Kutabaru. Kehadiran aparat TNI dan Polri juga memperkuat pengamanan agar proses di lapangan tetap kondusif.
Belasan Bangunan Terdampak
Sementara itu, hasil sementara menunjukkan sejumlah bangunan masuk kategori terdampak. Dari total 18 titik yang tercatat, lima titik berada di Kecamatan Sepatan dan 13 titik lainnya tersebar di Kecamatan Pasar Kemis. Namun demikian, petugas belum menemui enam pemilik bangunan saat pendataan berlangsung sehingga koordinasi lanjutan akan terus dilakukan.
Lebih lanjut, bangunan tersebut berdiri di badan air maupun garis sempadan Sungai Cirarab. Kondisi ini menghambat fungsi optimal sungai sebagai saluran air. Adapun acuan teknis penataan mencakup batas badan air sekitar ±20 meter dan garis sempadan sungai sekitar ±15 meter dari tepi aliran.
Di sisi lain, program normalisasi Sungai Cirarab akan berlangsung di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane dengan cakupan dua kecamatan. Berdasarkan pemantauan, bantaran sungai saat ini telah padat oleh bangunan, baik semi permanen maupun permanen, termasuk fasilitas umum dan kawasan industri.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai penertiban serta pembebasan lahan sepanjang kurang lebih 700 meter menjadi langkah penting. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan risiko banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.
(JAR)















