Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kebutuhan Guru SDN di Tangsel Masih Tinggi, seiring pertumbuhan jumlah peserta didik serta kenaikan angka pensiun guru setiap tahun. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat layanan pendidikan melalui penambahan tenaga pendidik, pembangunan sekolah baru, serta perluasan kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan kebutuhan guru pada sekolah negeri masih tinggi meski pemerintah pusat menetapkan batas akhir penugasan tenaga honorer hingga 2026. Ia menyebut kebutuhan tenaga pengajar terus meningkat seiring bertambahnya jumlah siswa serta banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.
Saat ini, sekitar 6.000 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan bertugas pada SD dan SMP negeri se-Kota Tangerang Selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 480 tenaga non-ASN masih aktif menjalankan berbagai peran, mulai dari guru, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga unsur pendukung operasional sekolah.
“Kebutuhan guru masih besar. Karena itu pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, termasuk melalui formasi PPPK,” ujar Pilar.
Ratusan Tenaga Non-ASN Masih Aktif di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menjelaskan 480 tenaga non-ASN tersebut tidak seluruhnya berstatus guru. Kelompok ini juga mencakup tenaga administrasi, petugas tata usaha, petugas keamanan, serta tenaga pendukung lain yang menopang aktivitas sekolah.
Deden menambahkan, sebagian tenaga non-ASN menjalankan tugas melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Sementara sebagian lain masih menunggu peluang masuk formasi PPPK maupun CPNS.
Deden menyampaikan sektor pendidikan tetap membutuhkan dukungan tenaga dalam jumlah besar. Mengingat aktivitas sekolah tidak hanya bertumpu pada guru, tetapi juga unsur penunjang lainnya.
Ia juga menyoroti mayoritas tenaga non-ASN masih berada pada usia produktif sehingga masih mampu memberikan kontribusi optimal bagi layanan pendidikan di Kota Tangerang Selatan.
(JAR)















