Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pencarian anak tenggelam di sungai Cisadane RT.003 RW.008 Kademangan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dihentikan sementara Minggu (26/7/2026) sore. Langkah ini sesuai prosedur standar operasional karena keterbatasan visual di malam hari, sebelum nantinya penyisiran berlanjut kembali pada Senin (27/7/2026) esok pagi.
Anggota Basarnas, Herlan, menjelaskan bahwa kendala utama penghentian pencarian anak tenggelam di sungai Cisadane pada sore hari ini adalah masalah visibilitas. Kesulitan pemantauan secara visual saat kondisi gelap menjadi alasan utama tim tidak melanjutkan penyisiran air hingga malam hari.
“Untuk pencarian kita hentikan sementara karena kendala hari sudah malam. Secara prosedur, kita tidak melaksanakan pencarian di malam hari karena kesulitan secara visual. Namun, pencarian akan kembali kita laksanakan besok mulai pukul 07.00 pagi,” ujar Herlan.
Tim Siaga dan Pasang Jaring di Area Penyempitan
Meskipun penyisiran menggunakan perahu berhenti sementara, Tim SAR tidak mengosongkan lokasi. Seluruh personel tetap bersiaga (standby) dengan mendirikan kamp/bermalam di sekitar area sungai yang mendekati titik pencarian.
Selama malam hari, petugas melakukan pemantauan berkala setiap satu hingga dua jam sekali. Pemantauan berlangsung di sepanjang tepi sungai yang masih terjangkau penglihatan dengan bantuan alat penerangan.
Selain pemantauan darat, Tim SAR juga telah memasang jaring di titik penyempitan sungai yang berada tidak jauh dari lokasi awal. Pemasangan jaring ini bertujuan untuk mengantisipasi dan menangkap petunjuk atau keberadaan korban yang terbawa arus selama operasi berhenti sementara.
Kendala Kedalaman Dangkal dan Sampah Dasar Sungai
Dalam pelaksanaan operasi hari ini, tim lapangan menghadapi sejumlah hambatan fisik di sepanjang aliran sungai. Karakteristik kedalaman sungai yang sangat variatif menjadi tantangan tersendiri bagi perahu bermotor yang digunakan petugas.
Herlan mengungkapkan bahwa pada area sungai yang dalam, tim melakukan manuver penyisiran intensif di titik-titik tertentu. Namun, benturan baling-baling mesin perahu pada dasar sungai yang dangkal serta tumpukan sampah menjadi kendala mekanis utama di lapangan.
“Kendalanya tetap, sungai yang variatif ada yang dangkal dan ada yang dalam. Menyebabkan propeller perahu mengalami benturan-benturan, dan beberapa tempat juga masih ada timbunan sampah di dasar sungainya. Itu yang menyulitkan perahu bermesin kita,” jelasnya.
Rencana Operasi Esok Hari: Radius Diperluas Hingga 5 KM
Operasi SAR akan kembali esok hari mulai pukul 07.00 WIB. Sebelum personel bergerak ke air, seluruh unsur potensi SAR dan pihak terkait akan terlebih dahulu menggelar apel dan briefing.
Pada penyisiran hari berikutnya, Basarnas memutuskan untuk memperluas jangkauan pencarian. Jika pada hari ini pencarian sejauh tiga kilometer dari lokasi awal, maka esok hari pihaknya memperluas radius pencarian hingga mencapai lima kilometer.
Operasi SAR ini berlangsung secara maksimal pada tahap pertama selama tiga hari. Pihaknya akan lakukan evaluasi menyeluruh setelah periode tiga hari tersebut untuk menentukan langkah dan strategi operasi selanjutnya.
(LIF/JAR)























