Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pembangunan infrastruktur Tangerang Selatan terus berjalan untuk memperkuat pengendalian banjir dan meningkatkan akses menuju pusat pemerintahan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengerjakan sejumlah proyek strategis pada wilayah yang membutuhkan penguatan infrastruktur. Salah satu proyek menyasar kawasan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat, melalui pembangunan turap sepanjang 204 meter.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan pemerintah terus memetakan lokasi yang membutuhkan penanganan banjir. Menurut Pilar, pemerintah memilih penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah.
“Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen memperkuat infrastruktur pengendali aliran air,” kata Pilar.
Pemerintah juga akan memetakan titik rawan banjir secara bertahap untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya. Turap Bukit Nusa Indah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem pengendalian aliran air. Selain itu, pembangunan tersebut bertujuan mengurangi risiko banjir bagi warga sekitar.
Turap Bukit Nusa Indah Capai 204 Meter
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Tangerang Selatan (DSDABMBK Tangsel) Robby Cahyadi menjelaskan alasan proyek tersebut. Menurut Robby, kawasan Bukit Nusa Indah masuk dalam pemetaan wilayah yang memiliki persoalan banjir. “Warga sebelumnya pernah mengalami banjir di kawasan ini,” ujar Robby.
Karena itu, pemerintah membangun turap pada sisi aliran air di sekitar kawasan tersebut. Turap memiliki panjang sekitar 102 meter pada sisi kiri dan 102 meter pada sisi kanan. Dengan demikian, total panjang turap mencapai 204 meter.
Proyek tersebut juga mencakup pagar parapet sepanjang 90 meter. Selain itu, pemerintah membangun jalur pedestrian yang sekaligus berfungsi sebagai jalan inspeksi. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 204 meter sepanjang area turap. Pemerintah juga menyiapkan pintu air, klep tabok, dan sejumlah bangunan pelengkap lainnya.
Robby mengatakan pekerjaan tersebut akan berlangsung hingga Desember 2026. Pemerintah berharap proyek tersebut mampu memperkuat kendali aliran air saat hujan. Selanjutnya, sistem tersebut dapat membantu mengurangi potensi genangan pada kawasan permukiman sekitar.
Pelebaran Jalan Maruga Raya Dukung Akses Puspem
Selain pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur Tangerang Selatan juga menyasar akses menuju Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Pemkot Tangerang Selatan mulai mengerjakan pelebaran Jalan Maruga Raya pada awal September 2026. Ruas tersebut menjadi salah satu akses penting menuju kawasan perkantoran pemerintahan.
Robby Cahyadi mengatakan pelebaran jalan memiliki tujuan lebih luas daripada pekerjaan fisik. Menurut Robby, pemerintah ingin meningkatkan kualitas akses masyarakat menuju pusat pelayanan pemerintahan. “Jalan Maruga Raya menjadi akses utama masyarakat menuju kantor wali kota,” kata Robby.
Ia menilai kepadatan lalu lintas dapat memengaruhi waktu tempuh masyarakat menuju pusat pelayanan. Karena itu, pelebaran jalan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran mobilitas. Pekerjaan pelebaran mencakup segmen sepanjang sekitar 200 meter.
Ruas tersebut membentang dari barisan ruko terakhir hingga kawasan SDN Serua. Lebar jalan saat ini sekitar 8 meter. Pemerintah akan memperluas ruang jalan tersebut hingga sekitar 22,5 meter.
Pemkot Tangerang Selatan mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk pekerjaan pelebaran tersebut. Sementara itu, nilai kontrak keseluruhan paket mencapai sekitar Rp16 miliar. Paket tersebut juga mencakup pengaspalan pada sejumlah ruas jalan lainnya.
Cegah Munculnya Bangunan Liar
Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Ahmad Fatulloh mengatakan proyek juga menjaga fungsi lahan untuk kebutuhan jalan. Pemerintah ingin mencegah munculnya bangunan liar pada lahan yang telah tersedia untuk pembangunan. Karena itu, pemerintah segera mengerjakan pelebaran agar fungsi lahan tetap jelas sebagai ruang publik. Pengecoran beton akan berlangsung hingga akhir Oktober 2026.
Setelah itu, pekerjaan pengaspalan akan berlangsung hingga November 2026. Proyek juga mencakup pembangunan saluran air pada sisi jalan. Selain itu, pemerintah akan mengaspal area depan kawasan Waskito.
Selama pekerjaan berlangsung, akses jalan lama tetap terbuka bagi masyarakat. Pemerintah mengerjakan pelebaran pada sisi lahan yang masih tersedia. “Kami memahami masyarakat tetap membutuhkan akses menuju pusat pemerintahan,” ujar Robby.
Karena itu, pemerintah menjaga akses lama agar aktivitas warga tetap berjalan. Pelebaran Jalan Maruga Raya nantinya menambah kapasitas ruang bagi kendaraan dan pengguna jalan. Kondisi tersebut juga mendukung konektivitas kawasan Puspem yang terus berkembang.
Selain itu, ruang jalan yang lebih luas dapat mendukung penataan kawasan secara lebih representatif. Pemerintah berharap masyarakat turut menjaga kelancaran pekerjaan dan menggunakan hasil pembangunan secara bertanggung jawab. Robby juga mengajak seluruh pihak menjaga fasilitas setelah proyek selesai.
(ADV)























