Tangerang, HALOBANTEN.COM – Anak hilang di Pinang Kota Tangerang Banten ditemukan sehat setelah Polsek Pinang bergerak cepat menindaklanjuti laporan keluarga. Peristiwa itu berakhir aman pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko menjelaskan, personel langsung bergerak usai menerima laporan keluarga Aryo Pratama Danianto. Polisi kemudian menjalin koordinasi dengan keluarga serta masyarakat.
Aryo merupakan warga Kampung Bojong, RT 03/15, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Peristiwa bermula pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Aryo berpamitan kepada orang tuanya untuk menuju warung menggunakan sepeda.
Namun, Aryo tidak kunjung pulang hingga malam hari. Karena itu, keluarga segera mencari ke sejumlah lokasi, termasuk kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Keesokan harinya, ibu Aryo, Nurjanah, melapor ke Polsek Pinang. Personel kemudian membantu proses pelaporan orang hilang.
Selanjutnya, polisi memperluas pencarian dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil.
Keluarga menemukan Aryo saat bersepeda di kawasan Joglo. Setelah itu, polisi memastikan kondisi anak tersebut secara langsung.
Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak
Pada Selasa malam, 4 Agustus 2026, Kapolsek Pinang bersama personel mengunjungi rumah keluarga Aryo. Hasil pengecekan menunjukkan anak hilang di Pinang ditemukan sehat dan sudah berkumpul bersama keluarga.
Adityo menyampaikan rasa syukur atas hasil pencarian tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat selama proses pencarian.
“Alhamdulillah, anak yang sempat hilang sudah kembali dalam keadaan sehat. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang membantu pencarian,” ujar Adityo.
Menurutnya, respons cepat menjadi komitmen Polsek Pinang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Plh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi mengingatkan para orang tua agar memperkuat pengawasan terhadap anak.
Ia juga mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak. Selain itu, anak perlu memberi kabar saat berada di luar rumah.
Menurut Eko, langkah sederhana tersebut mampu mengurangi risiko kejadian serupa pada masa mendatang.
(JAR)

























