“kalau dia (Dimyati) datang ke Kota Tangerang nyasar,” tegasnya.
Ada Konspirasi Politik
Untuk itu lanjut Jandi, ia menduga dalam acara tersebut ada konspirasi politik yang tujuannya pada Pilkada nanti mencari suara yang sebesar-besarnya dari kalangan birokrasi.
“Ini menurut saya adalah abuse of power,” tandasnya.
Pj Wali Kota, Dimyati dan Sekda Kota Tangerang, Herman Suwarman, serta anggota DPRD Kota Tangerang Kosasi, berikut pejabat Pemkot lainnya yang hadir di acara itu harus dipanggil untuk di klarifikasi.
“Bawaslu harus memanggil mereka semua. Karena akibat kegiatan itu bisa berdampak pada stabilitas Pilkada 2024 yang seharusnya kondusifitasnya patut mereka jaga,” ungkap Jandi.
Senada pula dengan Farhan R Sofyan. Pengajar Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang dalam klasifikasinya juga membawa barang bukti berupa foto dan Video serta surat-surat lainnya, meminta kepada Bawaslu Kota Tangerang agar menindak lanjuti masalah tersebut dengan serius.
“Kami minta selain Pj dan Dimyati, seluruh pejabat Pemkot Tangerang, termasuk 13 camat yang hadir di acara itu dipanggil,” ujarnya.















