menjadi kebutuhan mendesak, terutama setelah pandemi Covid-19 mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses layanan.
Menurutnya, warga kini menuntut layanan yang cepat, praktis, dan responsif. Layanan harus bisa diakses tanpa terhambat oleh ruang maupun waktu.
“Dunia terus berubah. Masyarakat sekarang ingin pelayanan yang serba cepat. Mereka butuh respons secepat kedipan mata,” ujar Benyamin.
Benyamin juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meminta ASN tidak hanya mengandalkan perangkat digital modern, tetapi juga harus paham pemanfaatannya untuk menjawab kebutuhan nyata warga.
Inovasi ‘Tangsel One’ dan Agen AI ‘Helita’
Sebagai bagian dari transformasi digital, Pemkot Tangsel telah mengintegrasikan lebih dari 400 aplikasi layanan. Seluruh aplikasi digabung ke dalam satu platform bernama Tangsel One yang dilengkapi agen AI bernama Helita.
Dalam kesempatan itu, Benyamin menunjukkan simulasi penggunaan Helita secara langsung. Sistem AI tersebut mampu menjawab berbagai pertanyaan warga. Mulai dari informasi pejabat daerah, rekomendasi kuliner lokal, hingga mekanisme permohonan data anggaran APBD melalui PPID.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah untuk memperkuat pasokan data. Langkah ini penting agar sistem AI semakin akurat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sekarang kita sudah memasuki era Artificial Intelligence. Teknologi ini harus menjadi solusi konkret guna memajukan pelayanan publik Tangsel. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya,” tutupnya.
(LIF)















