Tangsel, HALOBANTEN.COM – Kepolisian Resor Tangerang Selatan menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan akibat kebakaran gudang bahan kimia yang menyimpan pestisida di kawasan Taman Tekno BSD. Polisi menduga cairan pestisida dari lokasi kebakaran mengalir ke Sungai Tuntrung hingga Sungai Cisadane dan berdampak pada kematian hewan air di sekitar aliran sungai.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, pihaknya menemukan adanya aliran cairan pestisida dari lokasi kebakaran setelah penelusuran di lapangan.
“Kita ketahui bahwa memang gudang tersebut menyimpan barang-barang pestisida, setelah itu kami susuri juga karena kami dapat informasi bahwa beberapa cairan pestisida mengalir dan memang benar. Kami telah susuri dari cairan tersebut mengalir ke sungai celuntrung, kemudian juga ada yang mengalir ke sungai cisadane, ” ujar Kasat Reskrim.
Polisi langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tangerang Selatan untuk melakukan pengambilan sampel cairan guna pemeriksaan lanjutan.
“Tindakan yang telah kita lakukan adalah kita berkoordinasi dengan DLHK Kota Tangsel untuk mengambil sampel berencana kita akan melakukan pemeriksaan di Puslabfor Bareskrim polri,” ujar Wira.
Terkait peristiwa tersebut, kepolisian telah menerbitkan laporan polisi untuk mendalami adanya dugaan tindak pidana.
“Kemudian juga telah menerbitkan laporan polisi bentuk A untuk menyelidiki ada dugaan tindak pidana terhadap peristiwa tersebut,” ujarnya.
Periksa Saksi
Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna kepentingan penyelidikan.
“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, ada karyawan, kemudian manager juga, selanjutnya ada juga dari security setempat,” tegas ia.
Kasat Reskrim mengakui bahwa dampak pencemaran tersebut menyebabkan kematian hewan di sekitar aliran sungai. Namun, upaya pencegahan agar pencemaran tidak meluas telah dilakukan bersama DLHK.
“Memang hingga laporan kami terima bahwa beberapa cairan pestisida yang mengalir ke aliran sungai berdampak banyak ke hewan-hewan tersebut mati. Namun tadi kita sudah lakukan kegiatan bersama dengan DLHK bagaimana kita agar mencegah agar air ini tidak tercemar semakin luas,” kata Kasat.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya cairan pestisida.
“Namun kami menghimbau kepada masyarakat tentunya tetap berwaspada dan hati-hati karena cairan pestisida ini cairan yang beracun agar tidak terkontaminasi dengan cairan tersebut,” pungkasnya.
(Alif/Jar Kasih)















