Services Asia, China Everbright Environment Group, hingga Chongqing Sanfeng Environment Group.
Konsorsium Global-Lokal Jadi Syarat Wajib
Dalam tender tersebut, Danantara meminta 24 perusahaan global itu membentuk kemitraan atau konsorsium bersama perusahaan lokal—baik swasta, BUMN, maupun BUMD—untuk melakukan penawaran (bid) di empat kota tersebut.
Danantara memberi waktu kepada konsorsium itu untuk menyerahkan dokumen penawaran. “Kami kasih waktu dalam dua bulan ke depan, awal Januari [2026] itu harusnya yang 1 A, dua kota pertama akan sudah submit. Dan seminggu berikutnya untuk dua kota berikutnya,” terang Stefanus.
Stefanus berharap tiga kota lain dalam batch pertama menyusul. Setelah semua penawaran masuk, Danantara akan meninjau dan menentukan konsorsium pemenang tender.
Animo Pemain Lokal Tinggi
Stefanus Ade Hadiwidjaja mencatat, proyek PSEL Danantara ini menarik perhatian besar dari pemain lokal. Sebelum Danantara menetapkan 24 nama perusahaan global dalam DPT, sebanyak 200 perusahaan menyatakan minat dan 60 perusahaan melakukan pengajuan aplikasi.
“Saya yakin banyak yang tertarik, soalnya dari yang awal registrasi 200 itu, bahkan [60 perusahaan] yang melakukan submission aplikasi itu, juga banyak pemain lokal sebenarnya,” kata Stefanus.
Danantara tidak terlibat dalam proses pembentukan konsorsium; 24 perusahaan dalam DPT Danantara mempunyai kebebasan menjalin komunikasi dengan calon mitra lokal.
Stefanus menegaskan bahwa minat tinggi terhadap proyek PSEL Danantara ini muncul berkat skema baru yang















