nyawa mereka dalam kejadian ini. Antara lain, AH (48), SN (52), AW (37) dan RF (48).
Warga segera membawa keempat korban menuju rumah sakit. Namun, tim medis memastikan mereka telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Lima korban lain mengalami luka-luka dan memerlukan penanganan medis. Mereka adalah
Samsi (27), Bahroni (60), Sayuti (55), Ali Kadir (55) dan Toha (44).
Empat dari korban luka, yaitu Samsi, Sayuti, Bahroni, dan Toha, menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena menderita luka bakar yang serius. Sementara itu, satu korban, Ali Kadir, hanya mengalami luka ringan. Dokter membolehkan ia pulang dan melanjutkan perawatan mandiri di klinik terdekat.
Seorang warga setempat, Aenudin, menjelaskan kronologi kejadian. Ia mengatakan hujan lebat mengguyur area sawah, dibarengi sambaran petir yang silih berganti.
“Semua ada sembilan korban. Saat kejadian, mereka sedang membersihkan sawah. Begitu hujan turun, semuanya langsung berteduh ke gubuk,” ujar Aenudin.
Tak lama setelah mereka masuk, petir menyambar gubuk itu. Aenudin mengamati bahwa gubuk tempat para petani berteduh tidak roboh. Namun, tanda bekas sambaran petir terlihat jelas pada bagian bangunan.
Kapolsek Kasemen, Iptu Ahmad Nasihin, mengonfirmasi kejadian tragis yang merenggut nyawa empat warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini. Saat keterangan diberikan, petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian (TKP).
“Korban ada beberapa. Empat meninggal, dua luka-luka masih diobservasi (belum diizinkan pulang), dan satu diperiksa di RSDP. Data lengkap menyusul,” terang Iptu Ahmad Nasihin secara ringkas.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kewaspadaan tinggi bagi warga, terutama para petani yang beraktivitas di ruang terbuka. Pihak berwenang mengimbau masyarakat Kota Serang untuk meningkatkan keamanan dan menghindari tempat terbuka, seperti gubuk di sawah, saat cuaca buruk disertai petir melanda.
(Jek/Red)















