Pasalnya, program yang digulirkan oleh Pemkot Tangsel, mulai dari bank sampah, TPS 3R dan ITF Pondok Aren serta kerjasama dengan daerah lain dalam hal pembuangan sampah Tangsel nyatanya tidak bisa menghilangkan gunung sampah di TPA Cipeucang.
Persoalan sampah dan TPA Cipeucang ini pun sering kali menjadi topik pembahasan di grup-grup media WhatsApp, media sosial serta mewarnai pemberitaan di media masa, baik online, cetak maupun elektronik hingga warung kopi.
“Masalah sampah ini masalah pokok yang harus segera diatasi, jadi kalau mau menilai kinerja Pemkot Tangsel baik wali kota, wakil wali kota, Dinas Lingkungan Hidup, dan Bappeda (Bapelitbangda) gampang saja, lihat saja TPA Cipeucang,” ucap Herman, pengguna jalan yang setiap hari melintasi Jalan Kademangan – Curug Serpong untuk menuju Pasar, Sabtu (20/4/2024).
Sebelumnya, Budayawan Uten Sutendi juga angkat bicara terkait sampah ini.
Menurutnya, soal penanganan sampah di Tangsel dan TPA Cipeucang ini masalah klasik seperti tak ada ujung pangkalnya.
Tinggal soal political will dari pemerintah Kota Tangsel. Itulah yang selama ini ditunggu masyarakat.
Dia mengatakan bahwa Pemkot kurang berani mengambil keputusan besar soal sampah di TPA Cipeucang.
Selama ini, kata Uten, Pemkot Tangsel hanya berfikir jangka pendek dan mengatasi sampah bersifat karitatif, tidak sistemik dan sustainable.















