Tangerang, HALOBANTEN.COM – Meskipun perayaan Imlek dan tradisi munggahan menjelang Ramadhan sudah di depan mata, harga pangan di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten masih terkendali.
Hal ini berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.
Kepala Disperindag, Resmiyati Marningsih, memastikan bahwa meskipun ada beberapa kenaikan harga, masih dalam batas wajar.
“Minyak goreng curah dan Minyakita masih stabil di kisaran Rp14.000 per liter, dengan rata-rata Rp15.000 untuk Minyakita dan Rp13.833 untuk minyak curah,” jelas Resmiyati.
Harga gula pasir mengalami penyesuaian acuan dari Bapanas menjadi Rp16.000 per kilogram.
Disperindag juga memastikan bahwa stok bahan pokok aman untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri.
Berikut beberapa harga bahan pangan di Kabupaten Tangerang pada bulan Februari:
Beras premium Rp13.833 per kg (sedikit di bawah acuan Rp13.900 per kg). Beras SPHP Rp10.700 per kg (lebih rendah dari acuan Bulog Rp10.900 per kg).
Minyak goreng curah Rp13.833 per liter (terhadap acuan Rp14.000 per liter). Tepung terigu Rp12.667 per kg (terhadap acuan Rp12.000 per kg).
Bawang merah Rp28.333 per kg (terhadap acuan Rp36.500 per kg). Telur Rp27.333 per kg (terhadap acuan Rp27.000 per kg).
Daging sapi Rp125.000 per kg (terhadap acuan Rp130.000 per kg)
Harga pangan di Kabupaten Tangerang terpantau stabil dengan beberapa penyesuaian harga.
Stok bahan pokok juga aman untuk menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
(Red)






















