Pertama, Indonesia harus mulai dengan serius memaksimalkan potensi untuk memproduksi minyak sendiri agar tidak terus bergantung pada impor minyak.
Kedua, selain minyak Indonesia perlu memikirkan untuk beralih ke energi baru terbarukan atau menggunakan minyak B20 (yang bersumber dari tanaman Sawit).
Stimulus pemerintah agar masyarakat menggunakan kendaraan listrik harus dimulai, agar secara perlahan masyarakat meninggalkan kendaraan yang menggunakan BBM. Perlu disadari bahwa konsumsi terbesar BBM hari ini bersumber dari kendaraan bermotor.
Secara sederhana, langkah ini dapat dimulai dengan membuat produksi kendaraan listrik macam Tesla dan Hyundai di Indonesia agar masyarakat memiliki insentif untuk mulai menggunakan kendaraan listrik.
Riuh-rendah yang terjadi hari ini, masalah BBM sesungguhnya terjadi karena sejak dahulu pemerintah Indonesia tidak secara serius menggarap peralihan energi dari yang berbasis fosil (fossil fuel) seperti BBM ke energi terbarukan. Oleh karena itu belajar dari berkali-kali naik turunnya BBM, pemerintahan Presiden Joko Widodo perlu menyiapkan langkah untuk beralih ke energi terbarukan agar di masa depan masyarakat tidak selalu dibuat panik dengan berita kenaikan BBM dan agar pemerintah tidak kesulitan dalam menanggung beban anggaran untuk mensubsidi BBM. (*)
Penulis: Denny Alan Pakiding
(Aktivis Pemerhati Sosial – Demokrasi)


























