Kasus Stunting Meningkat, Dinkes Kota Tangerang Ajak Masyarakat ke Posyandu Terdekat

Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk membawa bayinya ke Posyandu terdekat.

Hal itu dilakukan sebagai upaya penurunan stunting di Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Demikian kata Pelaksana Harian (Pkh) Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Mugiya Wardhani melalui keterangan resminya yang di kutip, Sabtu (22/6/2024).

BACA JUGA

Mugiya melanjutkan, dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting, partisipasi masyarakat terhadap posyandu menjadi salah satu kunci. 

Apalagi, sambungnya, sepanjang bulan Juni 2024, Pemkot Tangerang melakukan intervensi serentak terhadap pencegahan stunting.

Dengan cara menggulirkan program gerakan serentak untuk anak Tangerang sehat dan cerdas (Gertak Tangkas)  di 1.097 posyandu yang tersebar  di 104 kelurahan se- Kota Tangerang.

Bahkan melalui Program tersebut, imbuhnya, pihaknya merasa bangga, karena partisipasi masyarakat untuk membawa bayi, balita atau ibu hamil ke Posyandu jumlahnya terus meningkat

Terlihat dari dua pekan Gertak Tangkas berlangsung. Yang mana dalam waktu tersebut sebanyak  65 ribu anak  telah melakukan skrining stunting.

“Dengan angka ini, berarti sudah 81,9 persen dari target 80 ribuan anak di Kota Tangerang yang sudah di skrining,” ujarnya..

Mugiya juga menjelaskan, tren prevalensi stunting pada balita di Kota Tangerang mengalami penurunan dari tahun 2018 di angka 19,1 persen menjadi 11,8 persen di tahun 2022.

Namun, imbuhnya pada  tahun 2023 terjadi peningkatan, dengan angka 17,6 persen.

Kendati begitu, ungkapnya, angka tersebut  masih di bawah angka Provinsi Banten, yaitu 24 persen dan nasional di 21,5 persen.

“Target Kota Tangerang, di Juni 2024 ini seluruh anak dan balita di Kota Tangerang 100 persen sudah melakukan skrining kasus stunting dan TBC,” ujarnya.

Mugiya juga mengatakan, apabila kegiatan posyandu di jalankan dengan baik dan benar, maka stunting dapat di kelola dengan baik, karena termasuk salah satu bagian pencegahan.

“Jadikan posyandu sebagai pusat pelayanan dasar keluarga atau masyarakat yang berbasis di masyarakat paling bawah, gotong royong itulah posyandu,” tutupnya. (Cak)

BERITA LAINNYA