Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Kebocoran gas diduga menjadi penyebab terjadinya ledakan besar hingga mengguncang kawasan permukiman di Jalan Talas 2 RT 03 RW 01, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (12/9/2025).
Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar karena suara ledakan yang terdengar hingga radius ratusan meter.
Tim Jibom Den Gegana Satbrimob PMJ bersama Puslabfor Mabes Polri langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta sterilisasi area.
Pemeriksaan menyeluruh berlangsung guna memastikan sumber ledakan sekaligus mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Tim memastikan dari hasil pengecekan tim Gegana, ledakan berasal dari tabung gas LPG ukuran 12 kilogram.
Di lokasi juga petugas menemukan tiga tabung gas LPG ukuran 3 kilogram. Saat pemeriksaan, posisi saklar kompor dalam kondisi menyala, selang telah terbakar, dan regulator terpasang longgar.
Selain itu, tim Gegana menyatakan tidak menemukan bahan kimia berbahaya lain yang berpotensi memicu ledakan susulan.
Namun, dugaan kuat mengarah pada septic tank yang ikut terdampak oleh efek ledakan gas sehingga menimbulkan tambahan guncangan di sekitar lokasi.
Sementara itu, tim Puslabfor Mabes Polri juga melakukan analisis mendalam di titik ledakan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan lagi sisa gas LPG di sekitar area kejadian. Hal ini menunjukkan seluruh isi tabung sudah habis terlepas saat ledakan terjadi.
Sebaliknya, Puslabfor menemukan adanya sisa gas karbon dioksida (CO₂) yang tersisa di lokasi. Temuan ini menguatkan analisis bahwa sumber utama ledakan berasal dari akumulasi gas LPG yang kemudian memicu pelepasan energi besar hingga merusak septic tank.
Ledakan terjadi di rumah milik warga bernama Agus. Titik pusat ledakan berasal dari bagian dapur, sementara guncangan merambat hingga depan rumah. Efek destruktif juga terlihat dari kerusakan pada septic tank di halaman rumah.
Septic Tank Ikut Meledak
Tim olah TKP kemudian menyimpulkan bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran gas LPG 12 kilogram yang terakumulasi di dalam rumah.
Faktor lain yang memperparah kondisi adalah adanya tambahan tiga tabung LPG 3 kilogram di sekitar lokasi. Situasi itu semakin memperbesar daya ledak yang terjadi.
Gabungan tim Gegana dan Puslabfor menyatakan bahwa peristiwa ini murni akibat kebocoran gas, bukan oleh bahan peledak buatan atau unsur kesengajaan.















