Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sepanjang 2023, terjadi 138 peristiwa bencana di Kota Tangerang Selatan Banten.
Angka tersebut turun dibandingkan tahun 2022 lalu sebanyak 307 peristiwa.
Tapi jumlah korban terdampak di 2023 meningkat sebanyak 87.003 jiwa dibanding 2022 lalu yang hanya 76.500 jiwa.
“Artinya, jumlah korban terdampak bencana di 2023 terjadi peningkatan mencapai 10.000 jiwa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Selatan (BPBD Tangsel), Fahrizal Gumay, ditulis Kamis (04/01/2024).
Dari jumlah tersebut 7 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.
Peningkatan korban ini terdampak meningkat karena adanya kekeringan di beberapa titik di Kota Tangerang Selatan selama 3 bulan.
Bencana kekeringan ini paling banyak melanda wilayah Kota Tangerang Selatan Banten sepanjang 2023.
Bencana kekeringan melanda 48 titik dari 4 kecamatan se-Tangerang Selatan. Terdiri dari 36 titik di Kecamatan Setu, 8 titik di Kecamatan Serpong, 3 titik di Kecamatan Serpong Utara, dan 1 titik di Kecamatan Pondok Aren.
“Untuk 3 kecamatan lain yang tidak terdampak atau tidak melapor yaitu Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, dan Kecamatan Pamulang,” tuturnya.
Bencana lainnya yakni banjir yang juga masih melanda Kota Tangerang Selatan. Sepanjang 2023, banjir melanda 30 titik.
“Banjir paling banyak melanda wilayah Kecamatan Pamulang sebanyak 14 titik atau laporan banjir,” paparnya.
Beberapa bencana lainnya juga terjadi di Tangerang Selatan. Antara lain tanah longsor 19 titik, angin kencang mengakibatkan 28 pohon tumbang serta 6 rumah mengalami kerusakan.
Dari keseluruhan kejadian total 138 bencana terjadi di Kota Tangerang Selatan sepanjang 2023.
Bencana paling banyak terjadi di Kecamatan Setu sebanyak 66 kejadian bencana sepanjang 2023.
“Dari keseluruhan kejadian sepanjang 2023, sebanyak 7 orang dinyatakan. meninggal dunia akibat hanyut,” pungkasnya.
(Red)















