terkait tingkat partisipasi, terutama pertambahan pemilih pemula.
“Pertambahan pemilih pemula di Kota Tangerang Selatan ini signifikan. Oleh karena itu, saat kita menjadi pilot project, segmentasi yang kita ambil adalah pemilih pemula. Namun, ini bukan sosialisasi go to school sebagaimana biasa, hari ini sampai dua hari ke depan sampai Rabu, sifatnya seperti sekolah atau kursus kepemiluan,” papar Taufik.
Para peserta menerima materi kepemiluan secara komprehensif hingga praktik simulasi proses demokrasi. Tim KPU Tangsel, kata dia, telah merumuskan materi-materi yang mengajar mereka politik luhur, mengedepankan pemahaman substansi demokrasi, sehingga mereka tidak emosional tapi rasional. “Mereka kita ajar bagaimana partai-partai politik mencalonkan pasangan calon, berdemokrasi secara riil. Mereka akan simulasi, sebagian menjadi aktivis partai dan sebagian lagi menjadi penyelenggara. Kita laksanakan program ini selama dua-tiga hari ke depan dengan program-program gabungan antara penyampaian materi, simulasi, dan praktik langsung lapangan,” tutupnya.
Kegiatan “Sekolah Jawara Demokrasi” oleh KPU Tangsel ini berlangsung selama tiga hari dan diharapkan mampu memperkuat kualitas demokrasi di Tangerang Selatan melalui generasi muda yang melek politik dan aktif dalam proses demokrasi.
(Alif/Jek/Red)















