Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Peristiwa longsor terjadi di Kampung Koceak RT 03/01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, kejadian ini sempat mengejutkan warga sekitar.
“Kejadiannya Jumat (21/6) subuh kata keluarganya mah, jam 5-an perkiraan. Wilayah RT 03 RW 01,” ujar Yudi, Ketua RW setempat.
Menurut Yudi, rumah yang hampir terdampak longsor adalah milik salah satu warga bernama Hasan.
Bagian dapur rumah tersebut nyaris terkena longsoran, namun kondisi rumah secara keseluruhan masih aman.
“Itu kalau ngeliat KK (Kartu Keluarga,Red) ya kalau rumah cuma 2, tapi Alhamdulillah gak ada yang terdampak longsor. Paling bagian dapurnya aja hampir kena,” ujarnya.
“Itu rumah milik pak Hasan, gak ada yang luka-luka,” ujarnya.
Setelah mendapat informasi dari warga, Yudi segera melaporkan kejadian tersebut ke Unit Cepat Tanggap (UCT) yang langsung menindaklanjuti dengan survei lokasi.
“Tadi langsung saya laporin ke UCT, Alhamdulillah tadi udah pada survey dari tim Satpol-PP arahan dari kecamatan,” ujarnya.
“Yang baru survey cuma dari ini UCT, unit cepat tanggap,” ujarnya.
Ia menambahkan, laporan tersebut akan ia teruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (LH), mengingat kondisi pohon jati besar yang berdiri di atas tanah berlubang cukup mengkhawatirkan.
“Katanya mau diterusin ke LH, karena kan itu ada pohon jati, bawah pohonnya udah bolong,” ujarnya.
Yudi mengaku tidak mengetahui penyebab pasti dari longsoran tersebut, namun menduga hal itu berkaitan dengan kondisi lahan yang merupakan bekas galian.
“Kalau penyebab utamanya si saya gak tau, itu kan dulunya bekas galian,” ujarnya.
Warga Diimbau Waspada
Sebagai bentuk kewaspadaan, Yudi mengimbau agar penghuni rumah tidak tidur di bagian belakang rumah, guna mengantisipasi jika terjadi longsor susulan.
“Saya udah minta ke pemilik rumah untuk jangan tidur di belakang, waspada aja takutnya ada susulan,” ujarnya.
“Masih tetep tinggal di rumah sekarang,” ujarnya.
“Rumahnya gak kena, baru mau aja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga lainnya yang tinggal dekat tebing untuk terus waspada, terlebih dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan.
“Pada intinya yang deket-deket tebing terus waspada, karena kita kan musibah gak ada yang tau. Apalagi cuaca lagi begini (hujan),” ujarnya.
“Biasanya RT sama saya juga si kalau ujan suka dikasih tau, tetep waspada. Biasanya di japri (WhatsApp) supaya jangan terlalu lelap,” ujarnya.
Sebagai bentuk langkah pencegahan jangka panjang, Yudi berharap pemerintah dapat melakukan penanganan fisik seperti pembangunan DAM atau turap.
“Harapan saya itu bisa di-Dam atau turab biar warga saya juga tenang gitu. Kalau posisi kayak gitu tidur juga was-was dia,” ujarnya.
Saat ini, pihak RW bersama instansi terkait tengah memantau perkembangan kondisi tanah dan siap melakukan koordinasi lebih lanjut jika situasi memburuk.
(Alif/Jek/Red)

















