Tangerang, HALOBANTEN.COM — Menindaklanjuti pengungkapan kasus Narkoba yang terjadi pada salah satu hunian vertikal di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten, beragam elemen masyarakat dan pemuda Kecamatan Cisauk menggelar kegiatan bertajuk “Cisauk Bersih Narkoba”. Kegiatan ini terjadwal berlangsung Rabu (22/10/2025) pukul 16.00 WIB, mengambil tempat di Aula Kantor Kecamatan Cisauk.
Aliansi Pemuda Cisauk memprakarsai acara ini. Unsur Forkopimcam, tokoh agama, kepala desa/lurah, serta perwakilan manajemen apartemen kawasan Cisauk dan BSD ikut hadir. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat guna melawan peredaran Narkoba.
Camat Cisauk, Hendarto, mengatakan kesepakatan sudah tercapai karena memang menindaklanjuti kejadian pengungkapan kasus pabrik narkoba di apartemen.
“Kami, Alhamdulillah, memfasilitasi rapat koordinasi bersama instansi terkait. Pemuda, kepolisian, TNI, serta pihak manajemen apartemen hadir semua, dan alhamdulillah, lima poin telah tersepakati,” ujar Hendarto.
“Intinya, kelima poin tersebut bertujuan menjaga wilayah masing-masing dari penyalahgunaan peredaran Narkoba dan tindak pidana lainnya,” sambung Camat.
Ia berharap agar semua pihak mampu berkomitmen melaksanakan poin-poin yang telah termusyawarahkan. “Mohon doa untuk kami semua, semoga kami yang hadir hari ini semuanya berkomitmen melaksanakan kelima poin tersebut,” pintanya.
Ia pun sangat mengharapkan kejadian serupa tidak muncul lagi. “Harapan kami, peristiwa ini tidak terjadi kembali. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita agar bersama-sama melakukan pengawasan supaya hal tersebut tidak terulang,” katanya.
Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cisauk, Miftahul Fikri, menyatakan bahwa seluruh elemen kepemudaan dan pemerintahan memiliki pandangan yang sama.
“Pergerakan kita tentu punya arah dan tujuan, dan kesepakatan tadi membuktikan bahwa elemen kepemudaan Cisauk, tokoh masyarakat, serta pemangku kebijakan memiliki kesamaan visi. Kami tidak ingin menyalahkan siapapun, tetapi kami bersepakat dan berharap ke depan kasus-kasus seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Miftahul Fikri.
(Alif/Jek/Red)















