Polsek Pakuhaji Bongkar Sindikat Uang Palsu, Polisi Sita Rp68,57 Juta dan Alat Produksi

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Polsek Pakuhaji bongkar sindikat uang palsu dengan menangkap seorang pria berinisial WW (32). Polisi menyita uang palsu siap edar senilai Rp68,57 juta beserta berbagai peralatan produksi.

Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat. Selanjutnya, tim Opsnal Unit Reskrim melakukan penyelidikan di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Petugas kemudian memeriksa terduga pelaku pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan berlangsung di Jalan Raya Pakuhaji, Kampung Bebulak Dato, Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Uang tersebut diduga siap beredar.

“Hasil informasi masyarakat menjadi dasar penyelidikan. Petugas lalu menemukan sejumlah uang palsu saat pemeriksaan,” kata Prapto.

Polisi Temukan Lokasi Produksi di Serpong Utara

Setelah pemeriksaan awal, pelaku mengaku masih menyimpan uang palsu dan peralatan produksi di sebuah kontrakan kawasan Jelupang, Serpong Utara. Karena itu, penyidik langsung mengembangkan kasus tersebut.

Petugas lalu menggeledah lokasi dan menemukan ratusan lembar uang palsu berbagai pecahan. Polisi juga menyita bahan setengah jadi, lembar uang yang belum terpotong, tinta UV, stempel, kuas, lakban, pylox bening, lem semprot, cutter, senter UV, serta perlengkapan lain.

Total barang bukti meliputi 338 lembar pecahan Rp100 ribu, 617 lembar pecahan Rp50 ribu, dan 46 lembar pecahan Rp20 ribu. Nilai keseluruhan mencapai Rp68.570.000.

Selain itu, Polsek Pakuhaji bongkar sindikat uang palsu setelah pelaku mengaku memperoleh bahan dasar dari seseorang berinisial “God Hand” yang berasal dari Bandung. Pelaku kemudian menyelesaikan proses pembuatan secara mandiri.

Penyidik menduga pelaku memasang pita pengaman, menyatukan lembar uang menggunakan lem semprot, menyemprot pelapis, serta membuat efek hologram agar menyerupai uang asli.

Polisi juga mendalami pengakuan pelaku yang menyebut aktivitas tersebut berlangsung sejak 2025. Sementara itu,

BERITA LAINNYA

Next Post