Ancaman Teror Bom Saat Hari Pertama Sekolah, Polisi Kosongkan SD Negeri 15 Srengseng Sawah

Jakarta, HALOBANTEN.COM — SD Negeri 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendapat ancaman teror bom dari orang tak dikenal pada Senin pagi. Ancaman tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp (WA) kepada guru dan pihak Tata Usaha (TU) sekolah.

Dalam ancaman teror bom, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan mengancam akan meledakkannya dalam hitungan detik.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan laporan diterima polisi sekitar pukul 07.30 WIB. 

BACA JUGA

Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Jagakarsa langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Gegana serta Densus 88 untuk melakukan penyisiran.

“Ada info dari guru-guru bahwa ada ancaman yang mengancam bahwa adanya bom di SD tersebut. Oleh karena itu kita langsung tindaklanjuti, dari Polsek Jagakarsa kita langsung menuju SD Negeri 15,” ujar Nurma Dewi.

Menurutnya, ancaman dikirim melalui WhatsApp dan berisi klaim bahwa bom akan diledakkan dalam waktu singkat.

“Jadi berupa WA, hitungan detik dia akan meledakkan SD tersebut. Nah, oleh karena itu kita tetap tindaklanjuti, kita langsung telepon ke Gegana, kemudian disusul Densus 88, 11 titik yang akan diledakkannya dengan hitungan detik,” katanya.

Siswa Dipulangkan Demi Keselamatan

Ancaman tersebut terjadi bertepatan dengan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Demi menjaga keselamatan seluruh warga sekolah, polisi berkoordinasi dengan pihak RT, RW, Camat, hingga Dinas Pendidikan untuk memulangkan seluruh siswa dan mengosongkan area sekolah.

Tim Gegana kemudian melakukan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh di seluruh area sekolah guna memastikan tidak ada benda berbahaya.

Polisi Selidiki Motif Pelaku

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas dan motif pelaku penyebar ancaman bom tersebut.

“Indikasinya dan motifnya masih kita cari, ya. Siapa dan di mana, yang jelas pasti kita cari orangnya,” kata Nurma.

Ia juga mengungkapkan bahwa pesan ancaman dikirim sebanyak dua kali sehingga dianggap sebagai ancaman yang serius.

“Karena dua kali diulang sama dia. Jadi diulang untuk WA-nya dikirim dua kali,” ujarnya.

Pesan tersebut diketahui dikirim langsung ke nomor WhatsApp milik guru dan pihak Tata Usaha sekolah.

Sampai saat ini proses sterilisasi oleh Tim Gegana masih berlangsung dan belum ditemukan adanya informasi resmi mengenai keberadaan bahan peledak di lokasi.

(LIF)

BERITA LAINNYA

Next Post