Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Ratusan pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang yang di ultimatum oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang harus pindah hari ini (Jumat, 15/3/2024) ke Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan masih bertahan berjualan di pasar tradisional tersebut.
Pasalnya, pembangunan di lokasi relokasi itu mereka nilai belum layak.
Selain bocor, bila hujan juga banjir, sehingga mengancam keamanan dan keselamatan barang dagangan mereka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penolakan para pedagang untuk menempati bangunan di Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan sempat memanas.
Itu terjadi ketika ada pengumuman dari Pemkot Tangerang melalui pengeras suara, agar para pedagang mengosongkan kios.
“Silahkan hari ini kosongkan kios, karena aliran listrik akan segera kami padamkan,” demikian kira-kira isi pengumuman tersebut.
Mendengar informasi itu, ratusan pedagang ke luar dari kios untuk menghadang petugas Satpol PP dan pihak kepolisian yang berusaha masuk ke dalam Pasar.
“Kami akan tetap bertahan berjualan di Pasar Anyar. Sebelum bangunan di tempat relokasi itu siap ditempati,’ kata Opik, pedagang pakaian di Pasar Anyar.
Opik juga meminta kepada petugas agar mengecek langsung bangunan relokasi, apakah sudah layak atau belum.
“Bapak-bapak silahkan turun dan cek langsung ke lokasi,’ tandasnya.
Jangan hanya mendengar laporan dari bawah asal bapak senang (ASB).
Ketegangan antara petugas dan pedagangpun terjadi di area parkir pasar.
Tidak lama kemudian, petugas Satpol PP tarik mundur, sehingga suasana berangsur kondusif.
Para pedagangpun kembali ke kios untuk melanjutkan usahanya.















