Para pelajar itu kedapatan melakukan aksi numpang mobil truk terbuka saat melintas di Pos lalu lintas (lantas) A1 (pintu air) Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.
Bahayakan Keselamatan dan Penyebab Aksi Tawuran
Menurutnya, aksi tersebut dapat membahayakan keselamatan diri dan pengendara lain yang melintas.
Aksi itu juga merupakan salah satu penyebab aksi tawuran karena para remaja atau pelajar kerap melakukan aksi menumpang truk.
Aksi mereka berpotensi menimbulkan bentrokan saat kelompok yang melakukan aksi menumpang truk bertemu dengan kelompok lain.
Para pelajar itu digiring ke Mapolres Metro Tangerang Kota untuk diberikan pembinaan serta mencegah kejadian serupa berulang.
“Kita lakukan pembinaan dengan cara dipanggil orangtuanya, gurunya, kemudian dibina oleh Perlindungan Anak dan Perempuan (P2TP2A),” jelas Zain.
Zain mengimbau kepada orangtua dan guru agar dapat mengawasi dan mengedukasi murid dan anak-anaknya masing-masing agar tidak melakukan tindakan yang negatif bahkan menjurus ke arah kriminal anak.
Sehari sebelumnya, seorang pelajar berinisial H tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang Banten.
Sementara, tiga temannya sesama pelajar selamat dari kecelakaan itu. Namun dua di antaranya mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian bermula saat H bersama tiga temannya mencegat sebuah kendaraan dump truk dari arah Jalan Sangiang menuju arah Bitung, Kabupaten Tangerang Banten.
Keempat pelajar itu menumpang dengan cara duduk pada bagian bemper bagian depan truk.
Saat melintasi Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang Banten, dump truk yang ditumpanginya menabrak bagian belakang kendaraan lain di depannya.
Tabrakan itu mengakibatkan keempat pelajar tersebut terjepit spoiler bemper truk.
Tiga orang pelajar berhasil diselamatkan. Dua di antaranya inisial A dan DP mengalami luka. Namun nahas bagi H, korban tewas akibat mengalami luka cukup serius. (JEK)















