Pada Launching Atraksi Budaya Wisata Religi Tanara tersebut ada juga festival yang menampilkan kebudayaan terkait dengan keagamaan.
Atraksi Budaya Wisata Religi Tanara
Kegiatan itu bisa terlaksana atas kerjasama dalam bentuk penta helix dengan melibatkan berbagai stakeholder.
Antara lain dengan pihak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Prima Graha (UPG), sekolah dan para penggiat pariwisata.
”Kegiatan ini ada untuk menyampaikan, mempromosikan wisata religi salah satunya mengenalkan kitab kuning karangan Syekh Nawawi Al-Bantani,” ujarnya.
“Jadi bagaimana nanti masyarakat kita ini lebih familiar dengan cerita, sejarah yang ada di Tanara yakni Syekh Nawawi Al Bantani,” jelas Rahmat.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, launching atraksi budaya akan menampilkan silat Kaserangan.
Pentas seni budaya islami di Pontirta (Pontang, Tirtayasa dan Tanara) dapat tumbuh berkembang secara maksimal dan dikenal oleh masyarakat luas.
“Mungkin selama ini orang datang ke Tanara hanya untuk Haul Syekh Nawawi Al Bantani saja,” kata Anas.
Dia berharap, ke depannya ada berbagai budaya yang tampil di dalam Haul Syekh Nawawi.
Sehingga masyarakat tambah mengenal dan mencintai budaya yang ada di Tanara.
Pada momen tersebut, Pemkab Serang melaui Dinas Lingkungan hidup (DLH) bersama Mahasiswa UGM bisa mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan.
DLH akan menyiapkan kantong plastik pada momen kegiatan untuk membuang sampah secara terpisah baik organik dna non organik.
”Kita mulai mengajak dari situ, mudah-mudahan bisa menjadi kebiasaan masyarakat bagaimana tercipta suasana di Tanara bersih, aman dan nyaman,” ucapnya.
(MG1/JARKASIH)















