Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, terus menunjukkan keseriusan dalam mempercepat serta memperluas digitalisasi layanan publik melalui peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Komitmen tersebut mengemuka pada penutupan kegiatan High Level Meeting (HLM) TP2DD yang berlangsung atas inisiatif Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan di Hotel Trembesi, BSD.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa TP2DD menjadi salah satu instrumen penting yang pemerintah pusat tetapkan sebagai standar transformasi digital pelayanan publik di tingkat daerah. Menurutnya, kehadiran TP2DD bertujuan mendorong integrasi sistem layanan agar berjalan lebih efektif dan efisien.
Benyamin mengakui Kota Tangerang Selatan berhasil meraih predikat terbaik pertama TP2DD se-Jawa dan Bali. Namun, capaian tersebut belum menjadi titik akhir. Pemerintah kota justru memandang penghargaan itu sebagai pemicu untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan digitalisasi layanan.
Transformasi Digital Perlu Penguatan
Ia menilai upaya transformasi digital masih memerlukan penguatan, terutama melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan pemanfaatan teknologi oleh seluruh perangkat daerah. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi aparatur pemerintah menjadi bagian penting dalam agenda TP2DD.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, turut terlibat dalam proses percepatan digitalisasi. Benyamin menegaskan bahwa ukuran keberhasilan TP2DD tidak semata berbasis penghargaan, melainkan dampak konkret yang masyarakat rasakan.
Menurutnya, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), percepatan layanan administrasi kependudukan, serta kemudahan akses perizinan menjadi indikator nyata dari keberhasilan digitalisasi. Ia berharap masyarakat merasakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akurat.
Dalam pelaksanaannya, TP2DD telah memiliki standar teknis, termasuk penerapan sistem aplikasi terintegrasi dengan basis data tunggal. Pemerintah kota mendorong penggunaan aplikasi utama sebagai pusat layanan digital, kemudian menghubungkannya dengan aplikasi turunan sesuai jenis pelayanan pada masing-masing OPD.
Benyamin mencontohkan layanan kependudukan, perizinan bangunan, hingga pajak daerah yang memiliki aplikasi khusus namun tetap terhubung dalam satu ekosistem digital. Untuk itu, aparatur pemerintah perlu memahami sistem tersebut agar pelayanan berjalan optimal.
Ia juga menyebut sejumlah inovasi digital yang telah berjalan di Kota Tangerang Selatan, salah satunya Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar (Sisumaker). Aplikasi tersebut memungkinkan pimpinan daerah memantau serta memberikan disposisi surat secara cepat, tanpa terikat waktu dan lokasi.
Selain tata kelola pemerintahan, digitalisasi juga menjangkau pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti pengurusan KTP dan perizinan. Pemerintah kota telah memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk layanan daring dan kolaborasi dengan jasa pengantaran. Seluruh sistem tersebut ke depan akan terhubung dalam satu ruang besar pelayanan digital Kota Tangerang Selatan.
Menyikapi masih adanya masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, Benyamin menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan. Ia menyebut Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Bapenda memegang peran strategis dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan aplikasi digital sebenarnya mampu mempermudah warga, termasuk dalam hal pembayaran pajak daerah. Namun, pemahaman dan kebiasaan masyarakat masih perlu dorongan melalui sosialisasi yang masif dan berkesinambungan.
Terkait penghargaan TP2DD yang berhasil Kota Tangerang Selatan raih, Benyamin mengungkapkan bahwa proses penilaian berlangsung tertutup oleh tim pusat. Pemerintah daerah hanya menerima hasil akhir tanpa mengetahui secara detail indikator yang menjadi dasar penilaian.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat transformasi digital. Upaya ini bertujuan menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, inklusif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Alif/Jek/Red)























