Saksi Pengungkapan Kasus Narkotika di Kedaung Tangsel Bantah Isu Penggelapan Barang Bukti

Saksi Pengungkapan Kasus Narkotika Warga Laporkan Pemilik Akun dan Pengunggah Video ke Polisi

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Sebuah video bermuatan narasi tudingan penggelapan barang bukti narkotika oleh oknum penyidik Polres Tangerang Selatan ramai muncul di berbagai platform media sosial. Konten tersebut memicu keberatan dari warga yang menyaksikan langsung proses penangkapan pelaku dan penghitungan barang bukti. Salah satu saksi kemudian menempuh jalur hukum terhadap pemilik akun yang mengunggah video tersebut.

Ade Kurniawan, warga yang menjadi saksi dalam penanganan perkara narkotika di wilayah Kedaung, Kota Tangerang Selatan, Banten, menyatakan bantahan tegas terhadap narasi yang berkembang. Ia menilai informasi dalam video media sosial itu tidak sesuai fakta dan mencemarkan nama baik dirinya maupun institusi kepolisian.

Bersama kuasa hukumnya, Isram, Ade menyampaikan klarifikasi kepada wartawan dari kantor kuasa hukum pada Selasa (16/12/2025). Klarifikasi tersebut menanggapi sejumlah unggahan video pada TikTok dan YouTube melalui akun @perisaikeberanaranindonesia yang menarasikan adanya penggelapan 20 kilogram sabu dalam perkara narkotika di wilayah tersebut.

BACAJUGA

Ade menegaskan perannya sebagai saksi langsung sejak tahap penangkapan, penggeledahan, hingga proses penghitungan barang bukti narkotika di rumah terduga bandar yang berada satu lingkungan dengan tempat tinggalnya.

“Saya melihat sendiri penghitungan barang bukti. Total ada 30 bungkus, dengan perkiraan berat sekitar satu kilogram per bungkus. Informasi yang menyebut jumlah 50 kilogram atau ada 20 kilogram yang hilang sama sekali tidak benar,” kata Ade.

Ia menjelaskan, seluruh barang bukti berada dalam sebuah koper yang masih terkunci. Penyidik membuka koper tersebut secara paksa dan menjalankan proses penghitungan dengan kehadiran dirinya sebagai saksi dari warga sekitar.

Dampak Serius Video Usai Viral

Menurut Ade, isi video yang viral itu menimbulkan dampak serius terhadap dirinya. Kesaksian yang ia tuangkan dalam berita acara pemeriksaan seolah dianggap tidak sah dan tidak sesuai kenyataan.

“Video itu membuat seakan-akan saya memberikan keterangan palsu. Padahal saya menyaksikan sendiri seluruh proses penanganan perkara,” ujarnya.

Atas dasar keberatan tersebut, Ade melalui kuasa hukum melaporkan pembuat serta pengunggah video

BERITALAINNYA

Next Post