Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengadakan pertemuan penting untuk membahas strategi pengamanan dan pencegahan potensi gangguan keamanan.
Rapat koordinasi ini berlangsung pada hari Selasa, 25 Maret 2025, di Hotel Grand Zury, Serpong, dan dipimpin oleh Wali Kota Tangerang Selatan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali selama periode Lebaran.
“Kami mengadakan rapat koordinasi ini sebagai langkah persiapan menyambut Lebaran, dengan fokus pada keamanan dan ketertiban wilayah,” ujarnya.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai elemen Forkopimda, termasuk perwakilan dari Polres, Kejaksaan, Kodim, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Kami dari seluruh jajaran Forkopimda, termasuk Polres, Kejaksaan, Kodim, BNN, dan lainnya, memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing yang akan kami sinergikan,” tambah Pilar.
Rapat ini bertujuan untuk menyatukan visi dan menentukan langkah-langkah yang akan kami ambil, baik sebelum, selama, maupun setelah Lebaran.
Salah satu perhatian utama dalam rapat ini adalah keamanan warga Tangerang Selatan yang akan melakukan perjalanan mudik.
Pilar menekankan pentingnya kerjasama antarinstansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik.
“Kami ingin memastikan bahwa warga yang mudik dapat kembali ke Tangerang Selatan dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
“Oleh karena itu, kami merancang berbagai strategi yang akan dilaksanakan oleh masing-masing instansi dan OPD,” tambah dia.
Mengingat mayoritas penduduk Tangerang Selatan adalah pendatang, diperkirakan jumlah pemudik dari kota ini akan sangat tinggi.
“Sebagian besar warga Tangerang Selatan berasal dari luar daerah, mungkin sekitar 60-70% dari mereka akan mudik,” ungkap Pilar.
Ia juga memperkirakan bahwa jumlah pemudik tahun ini akan meningkat, terutama karena kebijakan pemerintah pusat yang memberikan libur panjang dan fleksibilitas kerja dari rumah (WFH).
“Dengan libur panjang dan kebijakan WFH, banyak warga yang akan memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang kampung,” katanya.
Namun, Pilar juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga keamanan rumah dan tempat usaha yang ditinggalkan selama mudik.
“Kita juga harus memastikan bahwa rumah dan tempat usaha yang ditinggalkan tidak menjadi sasaran tindak kejahatan,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, rapat koordinasi ini juga membahas ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Pilar memastikan bahwa stok bahan pokok di Tangerang Selatan saat ini dalam kondisi aman.
Berdasarkan hasil survei di dua pasar tradisional dan laporan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, stok bahan pokok masih aman.
“Kami akan terus memantau situasi ini hingga setelah Lebaran,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
Sinergi antarinstansi akan terus ditingkatkan untuk menciptakan situasi yang kondusif di Tangerang Selatan sebelum, selama, dan setelah Lebaran.
(Alif/Jek/Red)















