Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Polsek Cisauk memanggil orangtua masing-masing remaja pelaku tawuran di Kampung Momonggor, Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kapolsek Cisauk, Dhady Arsya, menegaskan, pihaknya akan memanggil orangtua serta pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap para remaja pelaku tawuran perang sarung.
“Kami minta para orangtua dan pihak sekolah membina anak-anak ini. Kalau sudah jam 10 malam anak belum pulang, segera cek keberadaan anaknya di mana untuk segera pulang. Karena khawatir kalau malam hari masih kelayapan, ada potensi dia akan menjadi pelaku bahkan korban daripada tawuran,” tegas Kapolsek.
Beruntung, kata Kapolsek, warga berhasil mencegah aksi tawuran perang sarung terjadi, tapi kalau sampai tawuran berlanjut pasti akan ada korban.
Pihaknya telah mendata para remaja tersebut apakah mereka sebelumnya pernah tawuran atau belum. Sudah pernah tertangkap atau belum.
Kapolsek juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari.
Gunakan alat komunikasi untuk mengontrol anak-anaknya. Suruh mereka pulang jika sudah pukul 22.00 WIB.
“Jangan tidur dulu orang tua kalau anak-anaknya belum pulang. Pastikan anak-anaknya sudah ada di rumah, baru tidur. Itu bentuk kepedulian, pengawasan kepada anak-anaknya. Kita nggak tahu apa yang anak-anak lakukan, apa yang terjadi di luar, di jalanan, dengan kelompok-kelompoknya itu,” jelasnya.
Dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mencegah aksi tawuran, jajaran Polsek Cisauk mengamankan delapan remaja yang kedapatan melakukan tawuran perang sarung di wilayah Kampung Momonggor Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Sabtu (28/2/2026) tadi malam.
Kegiatan KRYD berlangsung pada pukul 23.00 WIB oleh Tim Piket Fungsi Polsek Cisauk berjumlah tujuh personel dipimpin Iptu Warsito, bersama Potensi Masyarakat (Potmas) melaksanakan patroli melingkar di wilayah hukum Polsek Cisauk.
(Alif)















