Desember 2025.
BPBD Tangerang dan BMKG melihat adanya potensi banjir rob yang lebih tinggi dari biasanya. Fenomena ini terjadi karena pasang maksimum air laut bertepatan dengan fase bulan baru dan berlangsungnya musim hujan.
Oleh karena itu, BPBD meminta warga pesisir utara waspada potensi banjir rob karena gelombang limpasan air laut berpotensi menimbulkan dampak ke permukiman.
“Kami mewaspadai potensi banjir rob yang terjadi di pesisir laut utara Tangerang. Gelombang limpasan air laut itu panitia perkirakan bakal lebih tinggi dibanding periode sebelumnya,” kata Ahmad Taufik.
BMKG: Rob Lebih Tinggi Akibat Supermoon
Peringatan rob sebelumnya telah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) informasikan. Rob dengan tinggi air laut di atas normal berpotensi terjadi pada awal hingga akhir Desember 2025 di wilayah pesisir Banten, termasuk Kabupaten Tangerang.
Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG, Trian Asmarahadi, menjelaskan potensi rob di pesisir utara Serang dan Tangerang terjadi pada 5–13 dan 20–26 Desember 2025.
Menurutnya, gelombang rob kali ini akan lebih tinggi dibanding periode sebelumnya karena fenomena supermoon berbarengan dengan datangnya musim hujan.
“Pada bulan Desember, karena di beberapa wilayah sudah memasuki musim hujan, yang jelas air laut akan lebih tinggi daripada bulan-bulan sebelumnya atau saat bulan-bulan kemarau. Ini pasti akan lebih tinggi,” ujarnya.
BMKG meminta masyarakat pesisir tidak panik, namun tetap mewaspadai peningkatan tinggi gelombang laut. Warga wajib terus memantau informasi terkini dari BMKG. Warga juga kami imbau memantau informasi prakiraan cuaca yang BMKG sampaikan secara realtime demi keselamatan dan kesiapsiagaan.
(Jek/Red)















