yang menjadi fokus kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
Delapan program unggulan tersebut adalah: Banten Bagus, Banten Cerdas, Banten Indah, Banten Kuat, Banten Makmur, Banten Melayani, Banten Ramah, dan Banten Sehat.
Postur Anggaran dan Optimisme Fiskal
Gubernur juga memaparkan hasil kesepakatan KUA-PPAS APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 yang menunjukkan proyeksi keuangan daerah:
Pendapatan Daerah targetkan sejumlah lebih dari Rp 9,94 triliun.
Belanja Daerah anggarkan sejumlah lebih dari Rp 10 triliun.
“Sehingga, terdapat defisit sejumlah lebih dari Rp 57,04 miliar. Defisit tersebut akan tertutup melalui pembiayaan daerah yang nilainya sama, yaitu lebih dari Rp 57,04 miliar,” jelas Andra Soni.
Mengenai kondisi fiskal, Gubernur menyampaikan proyeksi penyesuaian yang akan Provinsi Banten hadapi terhadap Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2026. Meski menghadapi penyesuaian, ia mengajak seluruh elemen pemerintah daerah tetap optimistis.
“Penyesuaian ini harus menjadi pemicu efisiensi dan kreativitas daerah. Kami mendorong pemerintah daerah agar lebih efektif mengelola anggaran, mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kreatif dan inovatif,” tekannya. “Selain itu, pemerintah daerah dapat melakukan optimalisasi belanja agar lebih tepat sasaran, fokus pada program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.”
Harapan Lanjutan Pembahasan Raperda
Andra Soni berharap, setelah KUA-PPAS APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 mencapai kesepakatan, proses pembahasan dapat segera berlanjut ke Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 bersama DPRD Banten. Tujuannya tetap sama: mencapai peningkatan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Mari bersama-sama kita kawal dan awasi pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten,” tutupnya.
(*/Red)























