Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Wabah cacar air yang melanda Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Tangerang Selatan SMPN 8 Tangsel) beberapa waktu lalu telah memaksa pihak sekolah untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Puluhan siswa terkonfirmasi terpapar penyakit ini.
Kepala SMPN 8 Tangsel, Muslih, mengungkapkan bahwa penularan bermula saat pelaksanaan ujian tengah semester pada akhir September lalu.
Beberapa siswa yang sudah merasakan gejala tetap masuk sekolah, sehingga menyebabkan penyebaran yang lebih luas.
“Kami menduga penularan terjadi saat ujian tengah semester. Beberapa siswa yang sudah sakit tetap datang ke sekolah, sehingga penyakit ini menyebar ke teman-teman sekelasnya,” ungkap Muslih saat ditemui di sekolah, Jumat (1/11/2024).
Untuk mencegah meluasnya wabah, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya.
Selain memberlakukan PJJ, seluruh ruangan sekolah juga telah disemprot disinfektan secara berkala.
“Kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak tiga kali. Harapannya, dengan upaya ini, lingkungan sekolah bisa steril dari virus cacar air,” tambah Muslih.
Muslih juga menyebutkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Saat ini, kondisi para siswa yang terpapar terus dipantau.
“Kami berharap kasus cacar air ini segera berakhir sehingga pembelajaran tatap muka bisa kembali dilaksanakan. Namun, kami tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah terjadinya penularan kembali,” pungkasnya. (Jarkasih)















