Medan, HALOBANTEN.COM – Sumatera Utara (Sumut) menghadapi dampak bencana ganda. Serangkaian kejadian banjir dan tanah longsor besar melanda provinsi itu antara tanggal 24 hingga 26 November 2025.
Polda Sumatera Utara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkahn data terbaru korban bencana banjir dan longsor.
Bencana ini mengakibatkan 37 orang meninggal dunia, belasan orang luka-luka. Sementara puluhan orang masih hilang dan ribuan orang meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat aman.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Ferry Walintukan, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, korban meninggal tersebar di beberapa daerah. Antara lain, di Kabupaten Tapanuli Selatan jumlah korban tewas sebanyak 17 orang. Menyusul Kota Sibolga 8 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 4 orang, Humbang Hasundutan 4 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias Selatan 1 orang. Sementara itu, BPBD Padangsidimpuan juga melaporkan 1 orang tewas.
Selain jumlah korban tewas, kata Ferry, tercatat 1.168 warga mengungsi di berbagai lokasi. Ratusan orang hilang dan masih dalam pencarian.
Ferry menyampaikan bahwa ketinggian air di beberapa lokasi terdampak masih mencapai lebih dari satu meter. Hujan deras terus-menerus selama beberapa hari terakhir memicu musibah luas tersebar di berbagai wilayah.
Data kepolisian menunjukkan 148 kejadian bencana muncul di 12 kabupaten dan kota. Peristiwa itu meliputi 86 kali tanah longsor, 53 kali banjir, tujuh kali pohon tumbang, dan dua kali angin puting beliung.
Daerah Terdampak Banjir
Daerah-daerah terdampak antara lain Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, Nias, Sibolga, Serdangbedagai, dan Langkat.
Lebih dari 1.000 personel kepolisian dari satuan Ditsamapta, Brimob, Bidtik, dan Biddokkes pengerahan untuk membantu evakuasi, pengamanan wilayah terdampak, dan pengaturan lalu lintas sekitar lokasi longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mengirimkan personel dan peralatan ke daerah terdampak, termasuk perahu karet, pompa portabel, generator, tenda, alat komunikasi, dan peralatan penerangan. Pemerintah provinsi melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mobilisasi dana darurat dan dengan BUMN seperti Pertamina, Inalum, PLN, dan Antam demi dukungan tambahan.
Dinas Sosial Sumatera Utara telah mendistribusikan bantuan makanan yang terdiri dari satu ton minyak goreng, 500 kilogram gula, 500 kotak teh, 20.000 bungkus mi instan, dan 1.000 kaleng sarden.
Namun, akses ke beberapa lokasi masih sulit karena jalan mengalami pemblokiran atau kerusakan.
Hujan sedang hingga lebat terus mengguyur sebagian wilayah Sumatera Utara, dengan laporan banjir baru muncul di Medan dan Deli Serdang pada Kamis malam.
(*/Red)
























