semakin ketat. Andika berharap pembenahan struktural ini menjadikan mesin partai lebih tangguh dalam menghadapi kontestasi mendatang.
Ketiadaan Kepala Daerah dan Kekuatan Non-Struktural
Andika menyoroti kondisi politik Kota Serang yang saat ini belum memiliki kepala daerah berasal dari Partai Golkar. Situasi ini, menurutnya, harus menjadi cambuk dan motivasi bagi kader Golkar Kota Serang untuk bekerja lebih keras, bukan menyebabkan pelemahan.
“Saat ini di Kota Serang tidak ada kepala daerah dari Partai Golkar. Hanya Ketua DPRD yang menjadi tulang punggung representasi Golkar di pemerintahan daerah. Ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras, bukan melemah,” ungkapnya.
Andika juga menjelaskan dinamika politik saat ini sudah jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pola kompetisi politik tak lagi berada semata-mata pada ranah partai atau figur calon, tetapi dipengaruhi faktor non-struktural yang tidak tampak namun kuat dalam proses elektoral. Golkar Kota Serang perlu mengantisipasi hal ini.
Musda tahun ini, menurut Andika, bukan sekadar ajang memilih ketua baru untuk Golkar Kota Serang, tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan langkah partai setelah menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilkada.
Kepengurusan Teguh Ista’al memiliki tugas berat. Ia harus memperkuat struktur organisasi, membangun loyalitas kader, serta menyiapkan strategi pemenangan berbasis data dan perkembangan politik terbaru.
Andika juga memberikan target konkret, yaitu memastikan minimal 20 persen warga yang memiliki kedekatan dengan Partai Golkar mempunyai Kartu Tanda Anggota (KTA). Langkah ini penting untuk mengelola basis pemilih















