Bahkan, sambungnya, Kota Tangerang dinobatkan sebagai yang terbaik dalam evaluasi kinerja penanganan stunting tingkat Provinsi Banten.
Kendati begitu, imbuh, Pj wali kota, capaian ini tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.
“Kita tidak boleh berhenti pada indikator keberhasilan saja. Upaya penanganan stunting, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif, harus terus dimaksimalkan,” tandasnya.
Itu dilakukan, tutur Pj Wali Kota, dengan harapan mewujudkan generasi Kota Tangerang yang sehat dan cerdas.
Selain itu, Pj Wali Kota menjelaskan, pada tahun 2024, Kota Tangerang menjadi salah satu kota yang didukung insentif fiskal dari pusat.
Di mana katanya, pemanfaatan uang tersebut dengan menginisiasi program pemberian modal kerja bagi keluarga dengan balita berpotensi stunting.















