serta pelestarian identitas Kota Tangerang Selatan. Aset publik dan simbol kota, pandangan mereka, tidak boleh institusi manapun kuasai atau ubah sepihak.
“Itulah yang menciptakan kekhawatiran kami, terciptanya ‘genosida ekonomi’, Pak!” tegas Nurhemah.
Pada akhir pertemuan, Nurhemah menyampaikan hasil positif. “Alhamdulillah, hari ini, melalui perwakilan Pemkot, Pak Ayep, Pak Heru, dan Pak Robi, berjanji kepada kami bahwa paling lambat akhir Januari, Artefak Kota Tangerang Selatan dan juga batas wilayah antara Provinsi Banten dan Jawa Barat akan terpasang. Kalau tidak terpasang, kami akan datang kembali,” tutupnya.
(Alif/Jek/Red)















