Cisauk, HALOBANTEN.COM – Kehadiran apartemen Serpong Garden di dekat stasiun Cisauk Kabupaten Tangerang Banten, menimbulkan masalah baru bagi warga sekitar.
Sejak ada bangunan hunian pencakar langit tersebut, wilayah sekitar kerap diterjang banjir, terutama permukiman di Kampung Cibelut, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk.
Warga menduga banjir terjadi disebabkan oleh adanya Apartemen Serpong Garden yang berdampingan langsung dengan pemukiman penduduk.
Seperti diungkapkan Nurhayati (42). Warga Kampung Cibelut, RT 002/01 mengatakan bahwa kehadiran apartemen banyak berdampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya.
Sebelum ada apartemen Serpong Garden, wilayah Cibelut tidak pernah diterjang banjir karena air langsung mengalir ke Sungai Cisadane melalui saluran irigasi.
Namun sejak berdirinya apartemen tersebut, banjir mulai sering terjadi di kampungnya. Di Kampung Cibelut Desa Cibogo, ada lebih dari 30 rumah warga yang terkena dampak dari adanya apartemen itu.
“Barang barang di rumah saya saja banyak yang hancur, malahan warung saya bongkar karena kerap terendam air tanpa ada kompensasi sepeserpun dari pengembang Serpong Garden.
Dia dan warga lainnya mengaku sudah sering mengadukan persoalan banjir kepada sejumlah pihak terkait, namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya
“Kami sudah sering mengadukan masalah banjir ini, malah dulu pernah lapor bupati. Alhamdulillah waktu itu ada respon, tapi sekarang belum ada,” tuturnya.
Saat banjir melanda, ketinggian air bisa mencapai 1 meter. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa memiliki solusi atas musibah banjir tersebut.
Terkait keluhan dan klaim warga soal banjir, hingga saat ini pihak pengelola apartemen Serpong Garden belum dapat dimintai keterangan oleh awak media.
(Red)















