Serpong, HALOBANTEN.COM – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan melantik pengurus Dekranasda tingkat kecamatan periode 2022-2026.
Pelantikan kepengurusan Dekranasda di tujuh kecamatan di Tangerang Selatan akan di laksanakan secara bergantian
Mulai dari Dekranasda Kecamatan Serpong. Kemudian Kecamatan Ciputat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan, kepengurusan Dekranasda akan terbentuk hingga tingkat kecamatan bahkan kelurahan.
Ini merupakan bentuk inovasi yang tidak ada di daerah lain.
Ini membuktikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan menaruh perhatian serius dalam perkembangan kerajinan dan pelaku kreatif di Tangerang Selatan.
“Ada 16 sub sektor ekonomi kreatif di Indonesia dan ternyata 16 sub sektor ekonomi kreatif ini ada di Tangerang Selatan,” ungkap Pilar.
Mulai dari kuliner, kriya, fesyen, desain produk, seni pertunjukan, fotografi, film, animasi video, desain komunikasi visual, arsitektur dan desain interior, periklanan, musik.
“Belum lagi seni rupa, penerbitan, bahkan aplikasi dan pengembangan game itu termasuk sub sektor ekonomi kreatif,” jelasnya.
Untuk itu, peran kepengurusan Dekranasda hingga tingkat kecamatan harus maksimal.
Hal ini untuk mengakomodir ekonomi kreatif tersebut yang tumbuh di Tangerang Selatan.
“Jadi nanti kita bersama menyaring, siapa-siapa saja pelaku ekonomi kreatif di wilayah masing-masing,”
Itulah kenapa kepengurusan nya dibentuk hingga kelurahan, karena potensinya memang ada sampai kelurahan.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa kepengurusan ini terdiri dari orang-orang yang berkompeten di bidang kerajinan dan ekonomi kreatif.
“Nantinya terbangun komunikasi dari tingkat wilayah untuk membahas program-program yang tepat sasaran dalam rangka mengembangkan pelaku-pelaku kerajinan dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Ia meyakini dalam mempromosikan kerajinan-kerajinan yang ada di Tangerang Selatan, tidak bisa mengandalkan Dekranasda kota saja atau hanya komunitas-komunitas tertentu.
“Untuk itu kita harus lebih intens secara bersama dalam mengembangkan dan mempromosikan kerajinan di Tangsel,” tutupnya. (JEK)















