Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, memperkuat pengembangan keterampilan digital pelajar melalui program Tangsel Digital Academy. Inisiatif ini mengusung konsep Expert Goes to School, yang menghadirkan praktisi industri langsung ke ruang belajar siswa.
Program kolaboratif ini melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), serta SMK Negeri 6 Tangerang Selatan. Kerja sama tersebut dipertegas lewat penandatanganan nota kesepahaman sebagai komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia bidang digital.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai model percontohan. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dengan melibatkan praktisi langsung ke sekolah. Model ini kami siapkan sebagai pionir,” ujarnya.
Selanjutnya, Asep menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah guna membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar lulusan memiliki kompetensi yang selaras dengan dunia kerja.
Program ini berjalan dengan pola pelatihan intensif, yakni tiga hari setiap pekan selama tiga minggu. Materi berfokus pada penguasaan teknologi informasi, terutama dasar pengembangan website. Kegiatan telah berlangsung sejak 14 April 2026.
Lebih lanjut, pendekatan berbasis praktik menjadi keunggulan utama program tersebut. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengasah keterampilan secara langsung melalui pendampingan praktisi.
“Target kami bukan pelatihan singkat, melainkan membentuk keterampilan nyata yang bisa langsung terpakai,” kata Asep.
Selain itu, Diskominfo Tangsel membuka peluang rekrutmen bagi peserta yang memenuhi standar kompetensi. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan konkret bagi pelajar untuk meningkatkan kualitas diri.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana memperluas jangkauan program ke lebih banyak sekolah. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan model pembelajaran digital yang adaptif, berkelanjutan, serta melahirkan generasi muda yang siap bersaing di era teknologi.
(JAR)















