Cisauk, HALOBANTEN.COM – Camat Cisauk Kabupaten Tangerang, Muhamad Yusuf Fachroji mempertanyakan hasil kajian Basement area parkir gedung apartemen Serpong Garden.
Pertanyaan itu muncul setelah basement apartemen Serpong Garden yang dijadikan tempat parkir kendaraan milik penghuni dan tamu apartemen tersebut kebanjiran beberapa waktu lalu serta permukiman warga di sekitaran apartemen yang juga kerap kebanjiran.
“Gak tau tuh dulu hasil kajiannya gimana? masa bisa kebanjiran dan air masuk lewat jalur kendaraan menuju basement,” kata Yusuf kepada halobanten.com, ditulis Jumat (29/12/2023).
Seharusnya, dari hasil kajian itu pihak pengelola apartemen sudah bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi sejak dimulainya pembangunan apartemen, seperti banjir atau kemungkinan lainnya. Termasuk dampak dari keberadaan apartemen terhadap kawasan permukiman penduduk di lingkungan sekitar apartemen.
“Harusnya sudah bisa diantisipasi sehingga apartemen tidak kebanjiran,” tuturnya.
Hingga Kamis (28/12/2023) malam, air masih merendam basement apartemen Serpong Garden. Mengatasi genangan air, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tangerang.
Beberapa peralatan juga sudah didatangkan ke lokasi banjir, seperti mesin pompa hingga armada Damkar. “Beberapa alat berat sudah didatangkan ke lokasi untuk menyedot air di basement,” kata Yusuf.
Terkait banjir tersebut, Yusuf mengaku telah meminta kepada pihak pengelola apartemen Serpong Garden untuk mengkaji kembali bangunan tersebut dan melakukan upaya-upaya agar banjir tidak terjadi lagi di kemudian hari.
“Kita sudah minta pihak pengelola supaya lakukan pembenahan pada bangunan apartemen supaya tidak kebanjiran lagi,” terangnya.
Menurut Yusuf, salah satu penyebab apartemen itu kebanjiran saat diguyur hujan lantaran adanya tanggul saluran irigasi yang jebol lantaran tidak kuat menampung volume air hujan.















