Lebak, HALOBANTEN.COM – Lebak siaga darurat kekeringan setelah kemarau memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak memperpanjang status siaga darurat selama dua pekan.
Sekretaris BPBD Lebak, Feby Rizki Pratama, menyebut kondisi kekeringan terus meluas. Pemkab mengambil langkah tersebut karena kebutuhan air bersih semakin meningkat.
Sementara itu, BPBD mencatat 18 desa pada tujuh kecamatan mengalami kekeringan cukup parah. Sebanyak 4.000 kepala keluarga kini membutuhkan pasokan air bersih.
Kemudian, petugas terus menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak. Namun, keterbatasan armada membuat proses penyaluran belum berlangsung secepat kebutuhan masyarakat.
Feby menjelaskan BPBD hanya memiliki dua truk tangki. Karena itu, jarak antarkecamatan memengaruhi kecepatan pelayanan kepada warga.
Selain itu, BPBD telah menyalurkan sekitar 1.350 liter air bersih. Petugas tetap berkomitmen memenuhi setiap permintaan meski prosesnya berlangsung bertahap.
BPBD Ingatkan Ancaman Kemarau
Lebih lanjut, Lebak siaga darurat kekeringan hingga potensi kemarau berakhir sekitar September 2027. BPBD mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kering.
Sementara itu, BPBD mencatat sekitar 35 kejadian kebakaran sepanjang Juli. Kondisi berdebu juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA.
Karena itu, Feby mengimbau warga menjaga kesehatan dan mengurangi penggunaan air sungai yang kualitasnya menurun selama musim kemarau.
(DAR/MAD)























