Lebak, HALOBANTEN.COM — Kemarau panjang dan fenomena munculnya perkampungan tenggelam di Dasar Bendungan Karian Kabupaten Lebak Banten membuat geger.
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Lebak Banten menyebabkan debit air menyusut drastis. Dampaknya, fenomena perkampungan tenggelam di Bendungan Karian Lebak kembali muncul ke permukaan pada Sabtu (1/8/2026).
Ribuan sisa bangunan rumah di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya kini terlihat sangat jelas. Bahkan, sebuah bangunan masjid tua masih berdiri utuh di tengah dasar bendungan yang mengering tersebut.
Kenangan Warga Relokasi Muncul Kembali
Fenomena langka ini memancing perhatian warga lokal yang dahulu menghuni kawasan proyek strategis nasional tersebut. Mereka memanfaatkan momen surutnya air untuk mengunjungi kembali fondasi rumah lama mereka menggunakan perahu.
Salah satu warga relokasi bernama Hasan mengaku emosional saat melihat puing tempat tinggalnya dulu. “Rumah saya dulu berada di sini, sekarang sisa temboknya terlihat lagi,” kata Hasan.
Warga menyadari bahwa pengalihan lahan kampung halaman mereka bertujuan mendukung pembangunan nasional. Namun, kemunculan kembali sisa bangunan ini menghadirkan memori nostalgia yang sangat mendalam bagi para mantan penghuni.
Penurunan Debit Air Masih Batas Aman
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) mengonfirmasi penurunan muka air waduk tersebut. Pihaknya menegaskan fenomena perkampungan tenggelam di Bendungan Karian merupakan hal lumrah saat musim kemarau.
“Tinggi air menyusut sekitar 80 sentimeter dari batas elevasi normal,” jelas pihak BBWSC3. Meskipun demikian, penurunan air tersebut masih berada pada batas aman operasional bendungan.
Petugas menjamin surutnya air tidak mengganggu suplai irigasi maupun penyediaan pasokan air bersih bagi masyarakat. Selanjutnya, sisa-sisa bangunan kampung tua ini akan kembali tenggelam saat musim penghujan tiba.
(DAR/MAD)






















