Tangerang, HALOBANTEN.COM – Polisi gagalkan tawuran pelajar di kawasan Kompleks Kehakiman, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026) malam. Petugas mengamankan delapan bilah celurit dan dua sepeda motor yang tertinggal setelah puluhan pelajar melarikan diri saat pemeriksaan.
Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno menjelaskan, petugas menerima laporan warga yang melihat sekelompok pelajar berkumpul sekitar pukul 20.40 WIB. Setelah itu, Unit Reskrim Polsek Tangerang bergerak bersama Babinsa Koramil Tangerang dan tokoh masyarakat menuju lokasi.
Saat tiba, petugas menemukan sekitar 30 pelajar berkumpul di area Kompleks Kehakiman. Namun, para pelajar langsung kabur menggunakan sepeda motor ke berbagai arah ketika petugas hendak melakukan pemeriksaan.
Polisi Sita Delapan Celurit dan Dua Sepeda Motor
Selanjutnya, petugas menyisir lokasi yang para pelajar tinggalkan. Hasil penyisiran menunjukkan delapan bilah senjata tajam jenis celurit dan dua unit sepeda motor berada di sekitar lokasi.
Suyatno mengatakan penyidik masih memburu para pelajar yang melarikan diri. Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan barang bukti dengan rencana aksi tawuran.
“Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelajar yang melarikan diri. Kami juga mendalami dugaan keterkaitan delapan celurit dan dua sepeda motor dengan rencana tawuran,” ujar Suyatno, Minggu (2/8/2026).
Saat ini, seluruh barang bukti sudah berada di Mapolsek Tangerang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi menegaskan jajarannya akan meningkatkan patroli guna mencegah gangguan keamanan, termasuk aksi tawuran pelajar.
Menurut Eko, polisi gagalkan tawuran pelajar sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, jajaran kepolisian tidak akan memberi ruang bagi kepemilikan senjata tajam maupun aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga.
“Kami akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat sebagai bentuk perlindungan kepada warga,” tegas Eko.
Selain meningkatkan patroli, Eko mengajak para orang tua mengawasi aktivitas dan pergaulan anak, terutama pada malam hari. Langkah tersebut penting untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam tindakan yang melanggar hukum.
(JAR)

























