Tangerang, HALOBANTEN.COM – Lapas Kelas I Tangerang gelar cek kesehatan gratis bagi 600 narapidana sebagai langkah memperkuat deteksi dini penyakit menular. Selain itu, petugas juga menggelar skrining tuberkulosis (TB) untuk menjaga kesehatan warga binaan.
Selanjutnya, Lapas Kelas I Tangerang gelar cek kesehatan gratis melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh peserta. Program tersebut mencakup registrasi, skrining gejala tuberkulosis, pemeriksaan Hepatitis C, HIV, sifilis, hingga rontgen dada.
Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Dwi Fu’ad Jamali, menjelaskan petugas mengirim sampel dahak ke Laboratorium RS Sitanala Tangerang jika menemukan indikasi tuberkulosis. Karena itu, tenaga medis dapat melakukan Tes Cepat Molekuler sebagai dasar penentuan diagnosis dan pengobatan.
Menurut Dwi, kondisi kesehatan yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung proses pembinaan narapidana. Dengan demikian, pemeriksaan berkala membantu petugas menemukan potensi gangguan kesehatan sejak tahap awal.
Skrining Perkuat Layanan Kesehatan
Selain itu, petugas memastikan setiap warga binaan memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis. Proses pemeriksaan berlangsung secara terpadu sejak skrining awal hingga tindak lanjut bagi peserta yang memerlukan penanganan lanjutan.
Dwi menegaskan sistem pelayanan tersebut memberi akses kesehatan yang lebih menyeluruh bagi warga binaan. Karena itu, tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Dukung Program Nasional Pencegahan Tuberkulosis
Sementara itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program itu juga mendukung kerja sama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan.
Selanjutnya, pelaksanaan cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis menjadi tindak lanjut Kick Off Nasional CKG dan Skrining Tuberkulosis 2026. Melalui program itu, pemerintah berharap layanan kesehatan bagi warga binaan terus meningkat sekaligus memperkuat pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
(JAR)

























