News » TANGERANG RAYA » TANGERANG RAYA

Halo Bupati Tangerang! 5.101 Warga Terdeteksi Idap TBC

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kasus penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Tangerang Banten mencapai 5.101 kasus sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menemukan kasus tersebut melalui penguatan penemuan aktif untuk mengejar eliminasi TBC pada 2030.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyebut Kecamatan Mauk, Sepatan, dan Sukadiri mencatat temuan tertinggi. “Dari mulai Januari sampai Juni total ada 5.101 kasus TBC di Kabupaten Tangerang,” ujar Hendra.

Mayoritas kasus menyerang warga usia produktif, yakni 18 hingga 55 tahun. Selain itu, petugas menemukan dua kasus TBC pada kelompok balita dalam periode yang sama.

BACA JUGA

Hendra menjelaskan, kontak erat menjadi jalur penularan utama TBC di Kabupaten Tangerang. Penularan terutama terjadi antara anggota keluarga atau orang yang tinggal dalam satu rumah. Karena itu, Dinkes memperkuat skrining masyarakat serta pelacakan kontak erat pasien TBC.

Rontgen Portabel Menjangkau Warga

Dinkes juga memperkuat pemeriksaan dan diagnosis sesuai standar melalui perluasan jejaring layanan kesehatan. Sementara itu, RSUD Pakuhaji menggelar layanan Rontgen Portabel Keliling untuk memperluas akses skrining TBC. Layanan tersebut menyasar berbagai titik masyarakat dalam rangka mendukung program tracing TBC nasional.

RSUD Pakuhaji menjalankan program itu melalui kegiatan Tracing TB Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis. Tim medis akan menyambangi puluhan lokasi sasaran di Kabupaten Tangerang selama Juli hingga November 2026. Sejauh ini, tim telah melayani pemeriksaan di Puskesmas Cisauk pada 3 Agustus 2026.

Kemudian, tim melanjutkan layanan ke Kantor Desa Mekar Sari, Rajeg, pada 14 Agustus 2026. Tim juga menyasar kawasan berisiko tinggi, termasuk area tempat pembuangan akhir dan permukiman padat.

Direktur UPTD RSUD Pakuhaji dr. Umie Kulsum menjelaskan manfaat penggunaan Mobile X-Ray dalam program tersebut. Menurut Umie, alat tersebut membantu tenaga kesehatan melakukan skrining secara cepat, aman, dan efisien. “Masyarakat maupun pekerja dengan keterbatasan waktu dapat memperoleh deteksi dini gangguan paru,” kata Umie.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu menemukan indikasi TBC maupun pneumonia sejak awal. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat segera menentukan tindak lanjut medis bagi warga yang membutuhkan.

Kejar Deteksi, Tekan Penularan TBC

Tim RSUD Pakuhaji melibatkan dokter, perawat, dan radiografer dalam setiap layanan pemeriksaan. Petugas juga menerapkan standar keselamatan radiasi selama proses pemeriksaan menggunakan Mobile X-Ray.

Selanjutnya, dokter mengevaluasi hasil rontgen untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan atau penanganan lanjutan. Langkah tersebut memperkuat strategi kasus TBC Kabupaten Tangerang melalui deteksi lebih cepat dan akses layanan lebih luas.

Hendra mengatakan Kementerian Kesehatan menilai tingginya temuan kasus dapat menunjukkan kinerja deteksi yang lebih baik. Sebab, penemuan lebih awal membuka peluang pasien segera memperoleh pengobatan dan memutus rantai penularan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang kini terus memperkuat skrining, tracing, diagnosis, dan akses pengobatan TBC. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengejar target eliminasi TBC pada 2030.

(JAR)

BERITA LAINNYA