Anakan Hiu Belimbing Jantan Pertama dari Proyek StAR Diberi Nama ‘Charlie’

Para akuaris lokal menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan melalui pelatihan intensif dan merawat telur secara terus-menerus untuk memastikan telur dapat menetas dengan selamat.

Menanggapi pemberian nama hiu tersebut, Prof Dr Charlie mengatakan hal ini suatu terobosan inovasi yang menciptakan sejarah baru bagi upaya penyelamatan dan pelestarian spesies hewan laut di dunia.

“Saya merasa beruntung bisa terlibat dan berkontribusi secara aktif dalam program Reintroduksi Ikan Hiu Belimbing ini,” ucapnya.

BACA JUGA

Dia juga merasa terhormat dan tersanjung mendapat penghargaan dengan diberikannya nama dirinya untuk Hiu Jantan pertama hasil penetasan tersebut.

Secara keseluruhan, tiga dari tujuh telur yang dikirim oleh SEA LIFE Sydney Aquarium telah menetas dan berkembang dengan baik dan sehat.

Dalam minggu pertama, Charlie si anakan hiu telah bertumbuh hingga panjang 32 cm dan berbobot 119 gram.

Dua anakan lainnya yang menetas pada 17 September lalu juga telah mengalami perubahan corak kulit dari corak anakan yang menyerupai zebra, menjadi corak dewasa yang menyerupai macan tutul.

Perkembangan yang baik juga dapat ditunjukkan dari kemampuan para anakan tersebut dalam menyantap berbagai jenis makanan, mulai dari kerang, cumi-cumi, hingga kelumang.

Bulan pertama adalah masa yang sangat penting bagi tim akuaris karena tingkat kematian yang berpotensi sangat tinggi.

Pada saat ini, beberapa anggota dari mitra akuarium StAR Project sedang berada di Pulau Kri untuk menyelenggarakan pelatihan tambahan bagi empat orang akuaris lokal, terkhusus mengenai perawatan anak hiu.

Harapan dari seluruh anggota Pokja StAR Project Indonesia dan inisiatif global ReShark, agar proses pemeliharaan terus berjalan dengan lancar, dan agar kesuksesan terus menyertai setiap langkah dari proyek tersebut pada bulan-bulan yang akan datang. (RED)

BERITA LAINNYA

Next Post