Penutupan ruas jalan penting ini mendukung pelaksanaan pembongkaran jembatan dan perbaikan struktur abutment yang menunjukkan kerusakan parah. Tim SDABMBK berkoordinasi erat dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian setempat. Tujuannya mengatur rekayasa lalu lintas, memasang barikade, serta spanduk pemberitahuan agar mobilitas warga di sekitar lokasi tetap berjalan dengan aman.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul secara mendadak. Keselamatan adalah prioritas nomor satu saat ini, kami memerlukan waktu tiga hari ke depan untuk menyelesaikan perbaikan darurat ini. Kami mengharapkan dukungan dan pengertian dari warga agar proses penanganan berjalan lancar,” tambah Kemal.
Jembatan Merpati Raya termasuk salah satu jembatan tua yang sebetulnya telah masuk daftar rencana rekonstruksi besar pada tahun 2026. Namun, kondisi lapangan yang memburuk lebih cepat mengharuskan penanganan darurat sesegera mungkin.
DSDABMBK menjamin pekerjaan akan dilaksanakan seoptimal mungkin. Perkembangan penanganan akan informasikan secara berkala melalui media sosial resmi @dsdabmbk. Pihak dinas berkomitmen menyelesaikan penanganan jembatan Merpati Raya secepatnya supaya akses masyarakat dapat kembali pulih.
(Jarkasih/Red)















