Keterlibatan Masyarakat Kunci Tercapainya Pelestarian Alam
Lebih jauh M. Holik Muardi menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam keberhasilan program ini.
Dukungan dari PT Banten West Java dan Yayasan Konservasi Selat Sunda, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, adalah faktor kunci dalam memastikan bahwa tujuan pelestarian lingkungan dapat tercapai.
“Kami sangat menghargai kemitraan dengan PT Banten West Java dan Yayasan Konservasi Selat Sunda. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam berbagai program pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Tanjung Lesung,” paparnya.
“Kami juga percaya bahwa dengan bekerja bersama, kita dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Adapun program konservasi terumbu karang ini juga merupakan kelanjutan dari serangkaian program TJSL yang telah di laksanakan oleh manajemen Bandara Soekarno-Hatta di wilayah Tanjung Lesung Resort. Beberapa program sebelumnya termasuk pembangunan fasilitas konservasi penyu yang pengelolaanya oleh Komunitas Sahabat Penyu Tanjung Lesung pada tahun 2023.
Selain itu, imbuhnya, pada bulan Maret 2024, manajemen Bandara Soekarno-Hatta juga telah melaksanakan Program Injourney Green, yang melibatkan penanaman lebih dari 500 batang pohon di kawasan Tanjung Lesung, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung penghijauan dan pelestarian lingkungan di sekitar kawasan wisata. (Cak)















