Bupati Serang Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi dengan Dukungan Pembangunan Infrastruktur Modern

Serang, HALOBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyoroti pentingnya literasi sebagai fondasi peradaban dan kompetensi dasar individu. Dalam acara peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Literasi Award 2025 yang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) adakan, Bupati Zakiyah memaparkan langkah strategis pemerintah kabupaten.

Fokusnya mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan, serta pembangunan infrastruktur modern dan terintegrasi.

Menurutnya, Kabupaten Serang menghadapi tantangan nyata. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) saat ini berada dalam kategori rendah, sementara tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat masih pada level sedang. Bupati Serang menegaskan bahwa kondisi ini bukan semata tanggung jawab DPKD, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pihak.

BACAJUGA

Bupati Serang Ratu Zakiyah juga menekankan bahwa literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi mencakup kemampuan memahami, menginterpretasi, dan menggunakan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Melalui literasi, seseorang dapat memperkaya kosakata, mengoptimalkan fungsi otak, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan interpersonal.

Sebagai bagian dari penguatan SDM dan kelembagaan, Bupati Serang mengukuhkan Tifa Hensifa Hanum Najib sebagai Bunda Literasi Kabupaten Serang. Peran Bunda Literasi sangat vital sebagai motor penggerak untuk menginspirasi dan memotivasi tumbuhnya minat baca, terutama di kalangan generasi muda.

Rencana Ambisius 2026

Terkait dengan pembangunan infrastruktur modern, Bupati Serang Ratu Zakiyah menyebutkan rencana ambisius. Pada tahun 2026, Kabupaten Serang akan memiliki gedung layanan perpustakaan umum yang representatif. Lokasi pembangunan ada di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, dengan lahan seluas 2 hektare.

Gedung ini akan berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat yang terintegrasi. Fasilitas yang akan dibangun mencakup depo arsip berstandar, jalur joging, padepokan silat, sanggar tari, gelanggang remaja, hingga pusat UMKM. Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan perpustakaan lebih dari sekadar tempat membaca, melainkan sebagai pusat belajar, berkarya, dan berdaya. Semua upaya ini sejalan dengan visi mewujudkan Kabupaten Serang yang bahagia.

Kepala DPKD Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, menambahkan bahwa pembangunan gedung layanan perpustakaan baru mencapai 15 persen. Proyek ini menargetkan penyelesaian pada pertengahan Desember 2025. Anggaran sebesar Rp9,5 miliar berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025.

Acara ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Banten Tinawati Andra Soni, Staf Ahli Bupati Sugihardono, Asda I Haryadi, para Kepala OPD, para camat, dan para Bunda Literasi kecamatan se-Kabupaten Serang.

(Jek/Red)

BERITALAINNYA

Next Post